Menlu: AS Berharap Capai Banyak Kesepakatan dengan Rusia Soal Suriah

Washington (ANTARA/SANA-0ANA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyuarakan harapan negaranya untuk mencapai kesepakatan lebih lanjut dengan Rusia mengenai Suriah.

Setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Joudeh Rabu, Kerry mengatakan bahwa ia masih berharap bahwa hal itu mungkin untuk menemukan formula yang memungkinkan Rusia dan AS untuk mencapai kesepakatan lebih lanjut tentang metode menyelesaikan krisis di Suriah.

Sebelumnya, Kerry membahas dalam percakapan telepon dengan Raja Abdullah II dari Yordania mengenai perkembangan di kawasan ini, khususnya upaya untuk mewujudkan perdamaian dan perkembangan krisis di Suriah.

Menlu Kerry menurut AFP Selasa, mengatakan bahwa Washington saat ini sedang berusaha untuk meyakinkan Presiden Suriah Bashar al-Assad agar mundur dari jabatannya dan menerima konsekuensi "yang tak terhindarkan" tersebut.

"Saya yakin terdapat cara yang dapat dilakukan untuk mengubah sikap Presiden Bashar saat ini (yang ingin tetap berkuasa)," kata Kerry kepada wartawan.

Kerry, yang baru saja bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Judeh, merasa yakin mundurnya Bashar adalah yang "yang tak terhindarkan" mengingat kondisi perang saudara di Suriah saat ini.

Amerika Serikat saat ini sedang mengusulkan solusi yang bisa dinegosiasikan untuk mengakhiri perang saudara yang sudah berlangsung selama 23 bulan dan menewaskan sekitar 70.000 orang di Suriah, kata Kerry.

Tujuan dari tindakan Amerika Serikat adalah untuk menghindari "terpecahnya Suriah menjadi dua negara, karena hal itu sangat berbahaya dan dapat menghasilkan kemungkinan yang paling buruk bagi semua pihak."


Selain itu, Kerry mengindikasikan bahwa Amerika Serikat bersama Yordania akan mendesak Rusia, yang merupakan sekutu Suriah, untuk memberi tekanan lebih bagi Bashar agar bersedia mundur.

Moskow yang selama ini mendapat kritik tajam karena tetap mempertahankan hubungan baik dengan rezim Bashar saat berperang dengan kelompok gerilyawan oposisi, dikabarkan terus memasok senjata bagi pihak pemerintah di Damaskus.

Sementara itu negara-negara Barat memasok persenjataan dan keuangan kepada pihak oposisi Suriah yang bermaksud menggulingkan Bashar.

Seorang diplomat dari Rusia pada Rabu mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem dan pemimpin kelompok oposisi Koalisi Nasional Ahmed Moaz al-Khatib akan melakukan perjalanan ke Moskow secara terpisah pada beberapa minggu ke depan.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.