Menlu Dorong Kondusifitas Ekonomi Kawasan lewat RCEP

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Konferensi Tingkat Tinggi ke-4 Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang membahas perjanjian perdagangan bebas di kawasan regional ASEAN, telah ditandatangani oleh 15 negara yang terlibat termasuk Indonesia.

RCEP merupakan perjanjian perdagangan bebas di kawasan, yang bertujuan untuk membuka akses pasar, menyediakan fasilitas perdagangan dan investasi, serta mempromosikan integrasi ekonomi regional.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menjelaskan, penandatanganan RCEP ini merupakan peristiwa bersejarah, perihal kesepakatan perjanjian dagang yang termaktub di dalam 20 bab, 8 annex terkait akses pasar, dan 10 annex terkait aturan petunjuk teknis.

"RCEP merupakan inisiatif Indonesia saat menjadi ketua ASEAN dan disepakati pada pertemuan pemimpin ASEAN bulan November 2011," kata Retno dalam konferensi pers di laman YouTube Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu 15 November 2020.

Baca juga: Ribuan Pendukung Donald Trump Demo di Washington DC

Retno menjelaskan, sejak perundingan RCEP pertama dimulai pada Maret 2013 silam, Indonesia telah aktif bertindak sebagai Chair RCEP Negotiation. Melalui RCEP, diharapkan hal ini dapat menciptakan kondisi kondusif dan kompetitif bagi ekonomi di kawasan Indo-Pacific.

Retno menjelaskan, di dalam pertemuan RCEP, Presiden Jokowi antara lain menyampaikan bahwa penandatanganan RCEP pada hari ini adalah peristiwa bersejarah, karena proses perundingannya selama hampir satu dasawarsa terakhir bukalah hal yang mudah.

"Karenanya, penandatanganan ini seakan menandai masih kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme," ujar Retno.

Selain itu, RCEP ini juga menandai komitmen terhadap prinsip perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan menguntungkan semua pihak. Dan yang lebih penting lagi, menurut Presiden Jokowi RCEP memberikan harapan dan optimisme baru bagi pemulihan ekonomi pascapandemi.

"Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kontribusi konstruktif semua negara tanpa terkecuali dalam proses perundingan ini," kata Retno.

Lebih lanjut, RCEP adalah simbol komitmen pemimpin negara di kawasan terhadap paradigma win-win, perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan. Hal ini menjadi bagian penting komitmen kawasan, terhadap sentralitas ASEAN di kawasan Indo-Pacific.

"Presiden juga menyampaikan bahwa penandatanganan ini hanya permulaan. Jalan panjang dan terjal mungkin ada di hadapan kita, yakni bagaimana kita mengimplementasikannya dan ini memerlukan komitmen politik pada tingkat tertinggi," ujarnya.