Menlu Inggris Bertemu Menkes RI Bahas Kerja Sama Hadapi Pandemi

Lis Yuliawati, Willibrodus
·Bacaan 3 menit

VIVA – Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab bertemu Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin untuk membahas beberapa tujuan terkait dengan penanganan COVID-19, Rabu, 7 April 2021.

Tujuan yang dibahas dan diserukan Inggris dan Indonesia ini antara lain, pertama agar saat ini bersiap untuk pandemi berikutnya, sementara komunitas internasional sekarang berfokus pada masalah ini (pandemi COVID-19).

Kedua, semua negara perlu bekerja sama melawan COVID-19 melalui dukungan dan keterlibatan penuh dengan WHO, COVAX, GAVI dan CEPI. Ketiga, akses vaksin untuk semua karena tidak ada yang aman sampai semua orang aman.

Saat mempersiapkan untuk menghadapi pandemi berikutnya, baik Inggris maupun Indonesia telah menekankan betapa pentingnya hal ini. Di PBB pada bulan September lalu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan rencana 5 poin untuk meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi berikutnya.

Inggris dan Indonesia sama-sama memiliki kesempatan untuk berkoordinasi membuat kemajuan melalui Kepresidenan Inggris di kelompok negara G7 tahun ini dan Kepresidenan G20 Indonesia pada tahun 2022, untuk membantu dunia bangkit menghadapi tantangan pandemi COVID-19.

Soal multilateralisme, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menandatangani seruan bersama oleh para pemimpin dunia yang diterbitkan pada 30 Maret. Penandatanganan seruan ini menunjukkan kesamaan pemikiran tentang skala tantangan dan apa yang perlu dilakukan dunia dalam merespon hal ini.

Mengenai akses vaksin global, lebih dari satu miliar vaksin akan dikirimkan ke 92 negara berkembang pada tahun ini, melalui skema COVAX. Inggris adalah salah satu pendonor terbesar dan yang terdepan dalam mekanisme tersebut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memiliki peran kunci sebagai salah satu dari tiga Ketua Bersama (Co-Chair) COVAX.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan, mengalahkan pandemi adalah sebuah upaya global yang membutuhkan inovasi, kemitraan dan determinasi. Inggris memimpin dalam hal ini.

"Inggris telah berkomitmen memberikan 1,3 miliar Poundsterling (setara Rp26 triliun) untuk mengakhiri pandemi ini sesegera mungkin, termasuk 829 juta Poundsterling (setara Rp16,5 triliun) untuk pengembangan dan pendistribusian vaksin-vaksin baru, perawatan serta tes," kata Raab, dalam pers rilis Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Rabu, 7 April 2021.

Raab menambahkan, "Selain itu, ada juga donasi senilai £548 juta (setara Rp11 triliun) untuk inisiatif COVAX, yang diketuai bersama (Co-Chair) oleh Menlu Indonesia Retno Marsudi. Melalui donasi tersebut, saat ini pemerintah telah mendistribusikan vaksin guna menyelamatkan nyawa di Indonesia termasuk mereka yang paling membutuhkannya seperti petugas tenaga kesehatan, lansia, dan masyarakat biasa lainnya."

Sementara Menkes Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pandemi tidak dapat diakhiri hanya dengan satu negara yang bertindak sendiri. Menurut Budi, perlu kolaborasi yang baik dan kuat dari semua negara untuk bisa menghadapi tantangan pandemi COVID-19 ini.

“Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi pandemi COVID-19. Vaksinasi sudah dimulai sejak Januari 2021 untuk kelompok prioritas warga negara Indonesia dan hari ini kami memulai vaksinasi untuk semua diplomat dan penduduk asing," ujar Budi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua Menteri juga membahas kerja sama bilateral yang kuat di sektor kesehatan antara Inggris dan Indonesia. Kerja sama ini diperluas hingga mencakup Inggris yang mendukung kemampuan pengurutan genom Indonesia melalui pelatihan dan teknologi Informasi.

Institut Eijkman sudah memiliki hubungan dengan Universitas Oxford dan ada potensi untuk melakukan lebih banyak lagi. MoU yang ditandatangani tahun lalu telah meningkatkan kerja sama antara Inggris dan Indonesia di bidang telemedicine dan sektor ini menjadi lebih bermanfaat selama pandemi.