Menlu Inggris Dominic Raab Berduka Atas Tragedi Pesawat Jatuh Sriwijaya Air SJ 182

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Inggris , Dominic Raab, menyampaikan ucapan dukacita atas tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Sangat sediht mendengar tentang kecelakaan Sriwijaya Air di Indonesia kemarin. Duka cita mendalamam kepada keluarga yang terdampak dan pikiran saya bersama mereka pada masa yang luar biasa sulit ini," ujar Menlu Dominic Raab lewat Twitter pada Minggu malam, seperti dilansir Senin (11/1/2021).

Tragedi pesawat Sriwijaya Air yang terjadi di Indonesia mengundang perhatian dan simpati dari masyarakat dunia.

Peristiwa tersebut terjadi ketika dunia baru saja menyambut tahun 2021.

Hingga kini, tim SAR masih melakukan pencarian di lokasi kecelakaan pesawat di wilayah Kepuauan Seribu. Posisi black box pesawat juga berhasil dilacak.

Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Hari Ketiga, Begini Rencana Tim SAR Gabungan

Proses penurunan turbin pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021). Potongan mesin jenis pesawat Boeing 737-500 yang ditemukan di perairan Kepulauan Seribu itu diangkat dengan crane milik KRI Cucut 866. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Proses penurunan turbin pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021). Potongan mesin jenis pesawat Boeing 737-500 yang ditemukan di perairan Kepulauan Seribu itu diangkat dengan crane milik KRI Cucut 866. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu 9 Januari 2021.

Pesawat dengan nomor penerbangan SJ182 itu terakhir melakukan kontak pada pukul 14.40 WIB.

Hilangnya kontak Sriwijaya Air saat ini tengah dalam investigasi dan tengah dikoordinasikan dengan Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Berdasarkan data yang diumumkan oleh Basarnas, koordinat area pencarian Sriwijaya Air SJ182 adalah sebagai berikut:

A. 05°51'10"S - 106°29'30''E A1 05°50'56"S - 106°37'44"E

B. 05°51'01"s - 106°54'55"E B1 05°50'59"S - 106°45'52"E

C. 06°00'39"S - 106°29'20'E C1 06°00'47"S- 106°37'37"E

D. 06°00'54"S- 106°55'03"E D1 06°00'54"S - 106°45'42"E

E. 05°55'40"S 106°29'30"E E1 05°55'40"S - 106°37'44"E

F. 05°55'40"S - 106°54'55"E F1 05°55'40"S - 106°45'52"E

"Luas masing-masing area pencarian adalah 37 Nautical mile," ucap dia.

Rasman menjelaskan, petugas yang dikerahkan pada hari ketiga ini mengutamakan pencarian Sriwijaya Air di bawah air, tanpa mengesampingkan pencarian di atas permukaan.

"Sampai saat hari ini, kurang lebih sekitar 2.600 personel yang terlibat langsung atau tak langsung terhadap kegiatan pencarian dan pertolongan ini. Jadi kita konsentrasi di bawah air. Namun demikian juga di atas tetap kita fokuskan," kata dia di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Senin (11/1/2021).

Rasman juga mengutarakan, lokasi pencarian diperlebar hingga ke sekitar pantai.

"Yang kemungkinan ada barang-barang yang mungkin karena faktor arus, gelombang, dan sebagainya yang akhirnya bergeser ke arah pantai tetap kita akan lakukan kegiatan tersebht. Oleh karena itu wilayah pencarian kita semakin kita perluas," ucap dia.

Adapun, alutsista laut yang dilibatkan dalam operasi pencarian Sriwijaya Air sekitar 53 unit, antara lain berupa sea rider jetski, perahu karet, RIB 20 unit. Kemudian alutsista udara, ada 13 unit yang disiapkan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

"Kemudian alutsista darat, khusus untuk ambulans masih ada penambahan menjadi 12 unit," tandas Rasman.

Data Antemortem Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182

Anggota TNI AL menurunkan turbin pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021). Potongan mesin jenis pesawat Boeing 737-500 tersebut berhasil ditemukan di perairan Kepulauan Seribu. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Anggota TNI AL menurunkan turbin pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021). Potongan mesin jenis pesawat Boeing 737-500 tersebut berhasil ditemukan di perairan Kepulauan Seribu. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Polisi mempersilakan keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 untuk melaporkan data antemortem ke kepolisian terdekat.

Guna memastikan tidak ada data antemortem tumpang tindih, polisi mengaku akan memverifikasi data keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang diberikan pada kepolisian.

"Data yang ada semua akan diverifikasi sehingga diharapkan tidak ada data ganda. Sekali lagi, data yang ada akan diverifikasi, sehingga dipastikan tidak data ganda," ujar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri Jakarta, Senin (11/1/2021).

Sebagai informasi, sebelumnya polisi telah mempersilakan keluarga korban kecelakaan pesawat Sri Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 182 yang berada di luar Jakarta untuk menghubungi kepolisian terdekat demi kepentingan identifikasi. Sehingga keluarga tidak perlu jauh-jauh datang ke Jakarta

Rusdi Hartono memastikan, keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ-182 akan langsung disambungkan dengan Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Hal itu guna membantu polisi mengidentifikasi korban dengan sampel primer (DNA, sidik jari, dan gigi) dari anggota keluarga.

"Keluarga korban silakan hubungi kepolisian terdekat, nanti kepolisian akan menghubungi Tim DVI yang ada di rumah sakit Polri," kata Rusdi dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Minggu, 10 Januari 2021.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: