Menlu Retno: 26 WNI yang Dievakuasi dari Afghanistan Tiba dengan Selamat di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Proses evakuasi WNI dari Afghanistan yang kini dalam cengkeraman Taliban berjalan lancar. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun menyambut kedatangan mereka di Bandara Halim Perdana Kusuma.

"Dengan mengucap rasa syukur yang luar biasa. Alhamdulillah pada dini hari ini WNI dari Afghanistan telah berhasil kita evakuasi dan baru saja tiba dengan selamat di Jakarta," ujar Menlu Retno dalam konferensi persi virtual dari Bandara Halim Perdana Kusuma pada Sabtu (21/8/2021).

"Semua evacuee dan seluruh tim evakuasi akan langsung menjalani protokol kesehatan sesuai aturan ketibaan dari luar negeri," imbuh Menlu Retno.

Pada kesempatan tersebut, Mantan Dubes Belanda untuk Indonesia itu memaparkan rencana evakuasi para WNI dari Afghanistan yang dilakukan dengan perencanaan matang.

"Rencana evakuasi ini dirancang dan dipersiapkan dengan matang selama beberapa hari. Secara hati-hati dan low key. Kehati-hatian dan sifat low key ini diperlukan mengingat adanya dinamika di lapangan yang sangat tinggi dan situasi yang sangat cair. Semua kehati-hatian ini harus dilakukan demi keselamatan WNI dan evacuee lainnya, serta demi kelancaran misi evakuasi secara keseluruhan," paparnya.

Menlu Retno mengatakan bahwa 26 orang WNI yang dievakuasi dalam kondisi baik. "Catatan satu orang diplomat kurang sehat dan non-COVID," ujarnya.

Sementara itu, ada juga 5 warga negara Filipina yang ikut dalam misi evakuasi Indonesia dari Afghanistan tersebut.

Taliban yang kian agresif merebut kota-kota di Afghanistan kini telah menduduki Kabul dan menguasai istana kepresidenan sejak Minggu 15 Agustus 2021. Sejumlah negara asing pun terus melakukan proses evakuasi wargannya termasuk para pengungsi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kemlu Sudah Komunikasi dengan Taliban untuk Jamin Keamanan KBRI di Kabul

Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI (kredit: Kemlu.go.id)
Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI (kredit: Kemlu.go.id)

Beberapa waktu lalu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia juga mengatakan sudah membuka komunikasi dengan Taliban, yang secara de facto kini menguasai Afghanistan, dan bahkan sudah mendapat jaminan bagi keamanan kompleks kedutaan dan staf diplomatik Indonesia.

"Komunikasi dengan Taliban merupakan suatu keniscayaan," dan memastikan bahwa Indonesia memang telah membuka komunikasi dengan kelompok gerilyawan itu," kata juru bicara Kemlu T. Faizasyah kepada VOA Senin malam 16 Agustus 2021.

Ditambahkannya, "sudah ada jaminan dari Taliban untuk pengamanan kompleks gedung KBRI dan wisma."

Sebelumnya dalam pernyataan tertulisnya, Kemlu menyatakan "memantau secara dekat perkembangan yang sangat cepat yang terjadi di Afghanistan" dan berharap segera dicapainya penyelesaian politik yang "Afghan-owned, Afghan-led" atau yang dipimpin dan dilakukan sendiri oleh Afghanistan.

Kemlu juga menyatakan terus melakukan komunikasi dengan semua pihak di Afghanistan dan perwakilan PBB, serta perwakilan asing di negara itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel