Menlu RI dan China Bahas Masalah Perlindungan ABK WNI

Fikri Halim, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi meminta pemerintah China untuk memperhatikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia. Khususnya yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal-kapal ikan berbendera China.

"Selain menyampaikan apresiasi kepada pemerintah RRT atas kerja sama yang diberikan dalam penanganan kasus-kasus ABK Indonesia, saya juga meminta kembali perhatian terhadap masih adanya beberapa isu pending," kata Retno, dalam pernyataan usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

Baca juga: Sherina dan Ernest Kritik Raffi Ahmad Keluyuran Usai Divaksin

Hingga kini, masih ada beberapa isu pending terkait ABK WNI di kapal-kapal China seperti pemulangan ABK yang masih stranded (terdampar), penyelesaian hak-hak ketenagakerjaan, perbaikan kondisi kerja yang aman dan kondusif hingga penegakan hukum melalui mutual legal assistance.

Sebelumnya pada November 2020 lalu, 157 ABK WNI termasuk dua jenazah yang bekerja di berbagai kapal berbendera China berhasil dipulangkan ke Tanah Air lewat jalur laut ke Bitung di Sulawesi Utara.

Keberhasilan repatriasi ini merupakan tindak lanjut dua pertemuan bilateral antara Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu China Wang Yi yang telah dilakukan sejak tahun lalu.

Memulangkan ABK yang stranded di berbagai lokasi di dunia di tengah pandemi COVID-19 menjadi tantangan terbesar karena banyak pelabuhan laut dunia melarang penurunan awak kapal.