Menolak Diajak Pesta Miras, Belasan Mahasiswa Kesehatan di Makassar Dipukuli Senior

Merdeka.com - Merdeka.com - Belasan mahasiswa salah satu kampus kesehatan negeri di Makassar mengalami tindak kekerasan yang dilakukan seniornya seusai menjalani orientasi pengenalan kampus (ospek). Seorang di antaranya melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Rappocini.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Rappocini Inspektur Polisi Satu (Iptu) Sugiman membenarkan adanya tindak kekerasan dilakukan senior terhadap juniornya seusai pelaksanaan Ospek. "Ada sebelas orang, tapi yang melapor cuma satu. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (14/7).

Mantan Kanit Reskrim Polsek Tamalate ini mengatakan, sepuluh orang lain yang juga menjadi korban hanya menjadi saksi. Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban diculik lalu digiring ke sebuah indekos untuk disiksa.

"Saat pulang dari ospek, tiba-tiba datang senior di depan kampus dan langsung membawa kami ke rumah kos," tuturnya.

Dipukul Berulang-ulang

Saat berada di indekos tersebut, mereka dipaksa senior dan juga alumni untuk meminum minuman keras (miras). Jika tidak mau, para senior memukul mereka.

"Mereka melakukan kekerasan dengan cara menampar dan memukul secara berulang kali," kata dia.

Sementara Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Lando KS menambahkan kasus kekerasan senior terhadap juniornya di kampus terjadi pada 12 Juli 2022. Saat itu, para korban hendak pulang seusai menjalani ospek di salah satu kampus kesehatan negeri di Makassar.

"Jadi korban ini dibawa ke luar kampus, bukan saat ospek. Katanya pas dibawa keluar mereka dipaksa minum, tapi tidak mau terus di situ dikeroyok," bebernya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel