Menolak Disebut Eksotis karena Rasis, Ariane Berjuang Lawan Standar Kecantikan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Ariane Resnick tidak suka disebut eksotis. Ia tidak terlahir dengan kulit putih, yang pada akhirnya membuat banyak orang mencoba menebak etnisnya.

Di tahun 1980-an, saat dirinya masih kanak-kanak di pedesaan Massachusetts, anak-anak lain terus menerus mengatakan padanya bahwa Ariane tidak mirip dengan mereka dan bertanya tentang rasnya, jauh sebelum Ariane mengenal kata eksotis. Pertanyaan itu membuat Ariane manyadari bahwa dirinya berbeda dari anak-anak lain yang masuk ke dalam ras Kaukasia.

Saat dirinya beranjak dewasa, Ariane terus ditanya tentang leluhurnya. Ariane berasal dari keluarga yang kebanyakan berkulit putih, campuran antara Timur Tengah dan Afrika Utara dengan ciri-ciri yang lebih banyak mendominasi pada diri Ariane sendiri.

Ariane mulai menulis tentang rasnya yang dianggap ambigu, yang ternyata mendapatkan banyak tanggapan positif dari orang-orang yang mengalami pengalaman serupa. Beberapa orang bahkan memberi label eksotis pada diri Ariane.

Ariane tidak suka disebut eksotis

Ilustrasi kulit. Sumber foto: unsplash.com/Carolina Heza.
Ilustrasi kulit. Sumber foto: unsplash.com/Carolina Heza.

Meskipun itu bukan pertama kali dirinya disebut eksotis oleh orang lain, namun ia tidak menyangka bahwa masih ada orang yang akan memberinya komentar itu. Satu dekade lalu, Ariane menghabiskan waktu sebagai model komersial dengan kata eksotis yang begitu dekat dengannya, karena digunakan secara rutin dalam iklannya.

Permintaan untuk model eksotis berarti mereka menginginkan seseorang yang tidak berkulit putih, namun juga tidak penting berasal dari etnis apapun.

Biasanya, iklan yang mencari model eksotis digunakan untuk lingkungan pameran mobil atau brand bikini. Eksotis secara kasar diterjemahkan menjadi seksi atau kulit yang tidak terlalu gelap, dan hanya digunakan untuk perempuan, tidak pernah menggambarkan kaum pria.

Selama bekerja, Ariane berusaha tidak memasukkan komentar orang-orang tentang fisiknya ke hati. Ia benci disebut eksotis, namun ia tidak pernah mengatakan apapun, karena ia takut akan kehilangan pekerjaan.

Ariane mencari tahu makna eksotis yang sebenarnya

Ilustrasi kulit. Sumber foto: unsplash.com/Chris Jarvis.
Ilustrasi kulit. Sumber foto: unsplash.com/Chris Jarvis.

Sebutan eksotis bukan pujian bagi Ariane. Google mendefinisikan eksotis sebagai karakteristik dari negara asing yang jauh, yang menurut Ariane berarti dengan menyebut seseorang eksotis, kamu memberitahu mereka bahwa mereka bukan berasal dari dunia yang sama denganmu.

Ariane sangat menyayangkan bahwa standar kecantikan saat ini masih dibatasi dengan warna kulit putih. Ariane bukan burung langka atau semak berbunga, sehingga dirinya tidak merasa harus dibatasi dengan sebutan eksotis.

Sekarang, saat ada orang yang menyebutnya eksotis, Ariane akan mengirimkan tautan artikel yang menyatakan bahwa sebutan eksotis sebenarnya mengarah pada penghinaan atau rasis. Ariane ingin mendorong orang lain untuk berpikir bahwa kulit putih tidak lagi menjadi standar kecantikan. Bagaimana menurutmu?

#ChangeMaker