Menoleransi Pelecehan Seksual pada Model, Desainer Jerman Dipaksa untuk Minta Maaf

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Desainer sekaligus Founder perusahaan fashion dan kosmetik JOOP! Wolfgang Joop dipaksa minta maaf atas pernyataan kontroversialnya yang diterbitkan majalah Der Spieleg pada Jumat, 12 November 2021. Dari hasil wawancaranya, ia dituding menoleransi pelecehan seksual yang dilakukan pada model, seperti dilaporkan The Times of London.

Joop mengatakan ia mengangis setelah kematian desainer fashion legendaris Karl Lagerfeld. Kepergian Karl Lagerfeld disebut mengakhiri periode dunia mode, di mana 'semua bisa dibeli'.

"Agen memberi pria kaya kunci kamar model yang tidak menghasilkan banyak uang. Dan jika seorang gadis mengeluh, dia diberi tahu, 'Kami selalu bisa melakukannya tanpamu'," kata desainer berusia 76 tahun itu melansir dari Liputan6.com.

Menurut The Times, ketika salah satu pewawancara mengomentari Joop bahwa "itu mengerikan," dia berkata, "Ya, tetapi dunia mode hanya benar-benar indah ketika ada juga dosa."

The Times melaporkan bahwa wawancara Joop dengan cepat menarik perhatian di media sosial. Beberapa pengguna Twitter menyebut komentar Joop "kasar dan misoginis" dan bahwa dia "merayakan prostitusi paksa."

Sementara itu, perwakilan untuk Wolfgang Joop tidak segera menanggapi permintaan komentar Insider. Sehubungan dengan kritik tersebut, Joop menerbitkan permintaan maaf yang sama di Instagram dan Facebook pada Minggu, 14 November 2021.

Menepis Tudingan

Dalam pernyataan itu, dia mengatakan terjadi korupsi dan kesembronoan di ndustri mode tahun 70an dan 80an. Hal itu termasuk perlakuan tidak hormat dan kasar terhadap model.

"Pernyataan saya tentang dosa di dunia mode tidak sesuai konteks. Saya ingin meminta maaf dengan tulus untuk ini dan menekankan bahwa saya sangat menolak segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan kekerasan dulu dan sekarang," imbuh Joop.

Joop! adalah merek mewah Jerman yang didirikan di Hamburg pada 1986 dan pada 2020, memiliki 1.200 titik penjualan dan 12 toko waralaba lainnya di seluruh dunia. Merek tersebut sebelumnya menampilkan aktris Milla Jovovich sebagai wajah kampanye wewangian 2018, sementara perancangnya juga muncul di "Germany's Next Top Model" bersama Heidi Klum pada 2015.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel