Menonton Acara Memasak Bisa Memicu Si Kecil Konsumsi Makanan Sehat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Setiap orang tua tentu ingin putra dan putrinya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Dengan demikian tumbuh kembangnya akan bergerak ke arah positif dan bisa menjaga kesehatan. Namun, membiasakan anak rajin makan sayuran, buah-buahan dan lauk-pauk yang bernutrisi tinggi tidak mudah.

Salah satu cara yang bisa diterapkan Bunda adalah dengan mengajak sang anak menonton acara memasak. Benar-benar memasak ya, bukan program televisi kontes masak yang cenderung dibumbui drama.

Mengapa mengajak anak menonton acara memasak penting?

Ilustrasi Memasak Credit: pexels.com/Benn
Ilustrasi Memasak Credit: pexels.com/Benn

Dikutip dari KlikDokter, sebuah temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition Education and Behavior menunjukkan kalau acara memasak, khususnya yang mempromosikan makanan sehat, bisa membuat anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda hampir tiga kali lipat tertarik pada makanan sehat.

Pada awalnya, para peneliti menganalisis data dari 125 anak berusia 10-12 tahun di lima sekolah di Belanda. Masing-masing anak dimina untuk menonton acara memasak yang tayang di televisi selama 10 menit. Setelah menyaksikan program tersebut, para peserta ditawari camilan sebagai hadiah.

Hasilnya, anak-anak yang menonton acara memasak di televisi secara rutin memperlihatkan minat lebih pada makanan ringan yang sehat seperti buah-buahan, ketimbang keripik atau camilan manis.

Peneliti berpendapat, menonton acara memasak mampu mengarahkan anak untuk memilih makanan yang lebih sehat, termasuk soal porsinya. Dengan demikian, cara memasak sebenarnya dapat menjadi alat promosi menerapkan pola makan sehat.

Penulis utama dalam penelitian tersebut, Frans Folkvord menuturkan, program memasak memberikan pengetahuan tambahan tentang bagaimana cara menyiapkan buah, sayur, dan makanan sehat nan lezat lainnya. Dengan menonton, anak pun dapat meningkatkan kemampuan memasaknya, sehingga ia tahu mengolah makanan hingga besar nanti.

Manfaat Memasak Bersama Anak

Memasak bersama anak (Photo by Brandless on Unsplash)
Memasak bersama anak (Photo by Brandless on Unsplash)

Untuk mendapatkan lebih banyak manfaat, dari menonton acara memasak, Bunda bisa langsung mempraktekkan dan melibatkan anak dalam proses memasak. Karena pada dasarnya masak bersama anak memiliki sederet manfaat.

Memberi Pengalaman Sensorik

Lewat praktek memasak, anak jadi punya kesempatan untuk menggunakan semua inderanya. Mulai dari penglihatan (membaca resep), pendengaran (mendengar suara makanan yang diolah), penciuman (mencium aroma makanan yang dimasak), peraba (memotong, mengaduk, atau menguleni), hingga perasa (mencicipi hasilnya).

Mengasah Keterampilan Anak

Kegiatan memasak bersama ternyata bisa meningkatkan kemampuan anak dalam mengamati, mengukur, menghitung, dan memprediksi sesuatu. Bukan tidak mungkin bisa nantinya anak bisa menciptakan sebuah inovasi.

Membangun Kepercayaan Diri

Ilustrasi Memasak Bersama Anak Credit: pexels.com/Gustavo
Ilustrasi Memasak Bersama Anak Credit: pexels.com/Gustavo

Dalam proses memasak ada sebuah kerja sama di dalam tim. Gotong royong untuk ciptakan hasil terbaik. Setelah memasak, jangan lupa beri pujian sebagai bentuk penghargaan agar anak lebih percaya diri dan semangat untuk mengonsumsi makanan sehat

Meningkatkan Imajinasi

Banyak hal yang dipelajari dari kegiatan memasak, Mulai dari mengenal bahan-bahan, menggunakan metode di luar resep, hingga berkreasi dalam menghias makanan. Dengan demikian daya imajinasi anak akan semakin terasah.

Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak

dr. Atika dari KlikDokter mengatakan, beraktivitas bersama dapat meningkatkan bonding antara anak dan orang tua.

“Bonding yang kuat dapat meyakinkan sang anak untuk selalu merasa aman dan tenang, karena memiliki seseorang yang akan selalu memenuhi segala kebutuhannya terutama dalam hal emosional,” tuturnya.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel