Menparekraf bakal pamerkan produk ekonomi kreatif halal pada KTT G20

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno akan memamerkan produk ekonomi kreatif halal, khususnya ke turis dari Timur Tengah dalam KTT G20 di Bali guna memperlihatkan Indonesia bukan hanya pengimpor produk halal, tetapi juga produsen halal yang siap diekspor.

“Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) telah mengkurasi produk ekonomi kreatif halal dan layak ekspor untuk ditampilkan di KTT G20,” ujar Sandiaga Uno saat mengikuti acara Jogja Halal Fest, lewat keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021, peringkat nilai indikator ekonomi Islam Indonesia berada pada urutan ke-4 dunia, naik satu peringkat dari posisi tahun sebelumnya.

Sebagai eksportir makanan halal, Indonesia termasuk lima negara terbesar di dunia yang mengekspor produk-produk halal ke negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

"Indonesia sudah semestinya menjadi pemain kunci dalam industri halal dan syariah," ujar Sandiaga Uno.

Di sisi lain, Indonesia juga merupakan pasar makanan halal terbesar di dunia yaitu dengan pengeluaran mencapai 146,7 miliar dolar AS.

Menurut Menparekraf, ekonomi kreatif muslim menjadi bagian dari industri halal yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Produk fesyen, kuliner halal, produk keuangan syariah, hotel syariah, jasa perjalanan wisata Islam, hingga buku dan film turut mendorong pertumbuhan tren ekonomi syariah di Indonesia.

Saat ini permintaan wisata halal disebut semakin meningkat, kata dia, karena telah banyak mendapat dukungan dari perbankan, terutama untuk produk-produk syariah, hingga menyasar layanan tambahan bernuansa muslim.

"Kita melihat permintaan untuk pariwisata ramah muslim atau pariwisata halal ini semakin meningkat. Selain itu banyak sekali harapan dukungan dari perbankan untuk produk-produk syariah dan produk-produk yang sekarang berkaitan dengan peningkatan minat masyarakat untuk mendapatkan layanan tambahan yang bernuansa pariwisata ramah muslim," ujar Sandiaga Uno.

Ia menargetkan miliaran pergerakan wisatawan Nusantara dari pengembangan pariwisata halal di Indonesia sehingga bisa menggerakkan perekonomian dan menciptakan banyak lapangan kerja.

"Kami mentargetkan pergerakan wisatawan Nusantara meningkat ke 1,4 miliar dan sebagian besar ini ditopang oleh pariwisata yang ramah muslim, restoran halal, fesyen muslim yang banyak diminati wisatawan kita," kata ujar Menparekraf Sandiaga Uno.