Menparekraf bidik 45.000 SDM pariwisata disertifikasi


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno membidik 45.000 sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata disertifikasi sepanjang 2022-2023.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari berbagai program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bertujuan untuk percepatan pemulihan dan peningkatan produktivitas sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui upskilling (peningkatan kompetensi), reskilling (penguatan kompetensi), dan new skilling (penambahan kompetensi baru)," kata Menparekraf di Jakarta, Jumat.

Sandiaga menyampaikan hal itu saat menghadiri acara "Peluncuran/Kick Off Certification of Tourism Human Resource and Competency Based Standards" secara virtual.

Baca juga: Menparekraf ajak Brunei kerja sama tingkatkan kapasitas SDM pariwisata

Kedua program tersebut merupakan program unggulan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan yang menggunakan dana pinjaman hibah luar negeri (PHLN) dari World Bank.

Sandiaga berharap, program yang ditujukan untuk SDM sektor pariwisata itu mampu menciptakan peluang kerja dan peluang usaha bagi SDM Parekraf yang berkompeten dan berkelanjutan.

Program itu juga merupakan bentuk penerapan strategi utama Kemenparekraf, yaitu Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi.

Oleh karena itu, Kemenparekraf bekerja sama dengan Bank Dunia untuk melaksanakan Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) atau Indonesia Tourism Development Project (ITDP) yang menggunakan Dana PHLN.

Sandiaga yakin, sektor parekraf berpotensi untuk menyerap banyak tenaga kerja dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Baca juga: Menkominfo minta pemda siapkan SDM lokal untuk majukan pariwisata

Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Frans Teguh menambahkan, kegiatan Kick-Off itu merupakan salah satu bagian dari rangkaian Program Pengembangan dan Pengakuan Kompetensi SDM Pariwisata.

"Tujuannya yaitu untuk menjamin keberlanjutan pasokan tenaga kerja terampil bagi sektor pariwisata, dengan bukti kompetensi berupa sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Setifikasi Profesi (BNSP) di kawasan enam Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP)," kata Frans.

Enam DPP yang menjadi lokasi adalah Danau Toba (Sumut), Wakatobi (Sultra), Labuan Bajo (NTT), Lombok (NTB), Borobudur-Yogya-Prambanan (Yogya & Jateng), dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur).

Target Program Sertifikasi tahun 2022 berjumlah 18.000 orang, sementara tahun 2023 berjumlah 27.000 orang, sehingga seluruhnya berjumlah 45.000 orang.