Menparekraf: Danau Toba tak kalah dengan Bali

Budi Suyanto
·Bacaan 1 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan Danau Toba tak kalah dengan Bali dalam hal keindahan alamnya dan potensi itu harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengangkat perekonomian.

"Saya tegaskan bahwa Danau Toba tak kalah dengan Bali. Yang harus menjadi pehatian kita adalah bagaimana SDM bisa lebih baik lagi dalam mengelola pariwisata seperti halnya di Bali, " katanya usai melepas 30 siswa di kawasan Danau Toba untuk magang selama delapan bulan di Politeknik Pariwisata Bali, Jumat.

Acara pelepasan ke 30 siswa tersebut dilakukan di Kaldera Toba, Desa Sigapiton, Kecamatan Sibisa, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat. Pelepasan siswa tersebut merupakan salah satu rangkaian acara yang dihadiri Sandiaga Uno dalam kunjungannya ke kawasan Danau Toba .

Ia mengatakan, selain keindahan alamnya, Bali juga cukup maju pariwisatanya karena didukung kearifan lokalnya yang sampai saat ini tetap lestari dan terus terjaga dengan baik.

Demikian juga hal dengan masyarakat di kawasan Danau Toba yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal yang tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang menyaksikan berbagai atraksi budaya di sana.

"Memang banyak lelucon yang mengatakan bahwa pelayanan terhadap wisatawan di Danau Toba tak sebaik Bali, tapi kita harus bisa menepis itu semua dengan memberikan pelatanan maksimal kepada siapa saja yang datang berkynjung ke Danau Toba, " katanya.

Ia juga menyampaikan keyakinannta bahwa siswa di kawasan Danau Toba yang mengikuti magang selama delapan bulan di Bali, akan pulang dengan berbagai ilmu untuk memajukan pariwisata Danau Toba yang merupakan salah satu super prioritas dengam SDM-nya yang berkelas.

" Bali mampu mengemas produk wisatanya menjadi sangat menarik dan menjadi perhatian dunia, dan masyarakat di Kawasan Danau Toba ini juga harus bisa seperti Bali," katanya.

Baca juga: Menparekraf lepas 30 siswa Danau Toba magang ke Bali

Baca juga: Wisatawan domestik kunci pemulihan ekonomi pariwisata Indonesia