Menparekraf harap desa wisata Lembang Nonongan jadi destinasi unggulan

·Bacaan 2 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengharapkan Desa Wisata Lembang Nonongan di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, terus berkembang sebagai destinasi unggulan karena berbagai potensi kearifan lokal yang dimiliki.

Karena itu Menparekraf mendorong agar Lembang Nonongan juga meningkat statusnya dari desa wisata rintisan menjadi desa wisata mandiri berkelanjutan.

"Desa Wisata Lembang Nonongan terpilih menjadi 50 desa wisata terbaik. Ini adalah kesempatan kita untuk membangkitkan ekonomi, kembali menjadikan Toraja dan Toraja Utara sebagai destinasi unggulan," kata Menparekraf dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Desa ini masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 untuk kategori desa wisata rintisan. Desa wisata Lembang Nonongan menawarkan beberapa atraksi kehidupan masyarakat untuk dinikmati wisatawan, seperti To Mangrengnge 'Pare yang merupakan kegiatan masyarakat memanen padi, To Ma’lambuk sebagai kegiatan tumbuk padi, To Mangrengnge’ Utan, kegiatan masyarakat memanen hasil hutan, serta To Mewai sebagai bentuk kegiatan masyarakat mengambil air di sungai.

Baca juga: Sebanyak 144 UMKM dukung sektor pariwisata di Toraja Utara

Selain itu, kata dia, desa ini dikenal akan ragam seni dan budaya, seperti Pa’ Gellu’ berupa tarian sukacita yang biasa dipentaskan pada upacara adat.

Kemudian Pa’randing merupakan tarian adat yang dimainkan pada saat upacara adat kematian. Juga Pa’dena’-dena’, tarian yang memiliki makna hidup dalam kebersamaan berdampingan antar manusia, alam, dan hewan.

Desa wisata ini juga memiliki ragam kuliner seperti kue Depatori yang berasal dari tepung beras lalu dicampur dengan gula merah, Pa’piong berupa olahan makanan seperti ayam, ikan, maupun daging yang dimasak menggunakan bambu.

Desa wisata Lembong Nonongan disebut juga kaya akan ragam kain tenun dan hiasan manik-manik. Selain itu desa wisata itu juga memiliki Tongkonan Nonongan yang merupakan rumah adat tertua serta memiliki nilai historis tinggi, baik dari segi mitologi masyarakat Toraja maupun dari sistem kebudayaan dan adat istiadat yang berlaku hingga sekarang.

"Tadi saya melihat begitu banyak produk yang berpotensi bisa membuka usaha dan lapangan kerja. Akan menarik jika kita terus berinovasi, beradaptasi dan berkolaborasi," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Sebagai upaya mendukung pengembangan potensi ke depannya, pihaknya akan menyiapkan pendampingan bagi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) setempat tentang pengelolaan desa wisata.

Baca juga: Wabup Toraja Utara: THF gairahkan pariwisata dan UMKM Toraja

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel