Menparekraf ingin setiap produk UMKM memuat konten cerita

·Bacaan 1 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta para pelaku UMKM meningkatkan daya saing usaha dengan menyisipkan konten cerita pada setiap produk yang hendak dijual.

"Mereka harus bisa membuat konten agar produk-produk mereka bercerita, produk-produk mereka memiliki story telling," kata Menparekraf Sandiaga Uno saat berdiskusi dengan para pelaku UMKM di Desa Wisata Puri Mataram, Sleman, Kamis sore.

"Jadi kalau tadi ada produk bakpia, bisa diceritakan kenapa bakpia itu dinamakan Bakpia 543," kata Menparekraf mencontohkan.

Baca juga: Gernas BBI fokus tingkatkan kualitas produk UMKM lokal

Menparekraf Sandiaga menuturkan memasuki era digitalisasi di tengah pandemi, pengemasan produk selayaknya tidak ditempuh dengan cara-cara yang sama.

Bagi pengusaha kuliner, menurut dia, berbagai peluang dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan digitalisasi, mencoba mengemas produk makanan beku (frozen food), serta pendekatan lain yang berkeadilan dan diperlukan di masa mendatang.

"Saya berharap mereka beradaptasi dengan digitalisasi, tapi bukan hanya dengan berjualan online," ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca juga: Ekonom sarankan BUMN beli produk buatan UMKM

Selain itu ia juga meminta para pelaku UMKM menempuh pendekatan yang baru dengan memperhatikan keberlangsungan usaha sesama.

Bagi Menparekraf memasuki era ekonomi baru, kegiatan ekonomi harus berkeadilan yang berpihak kepada UMKM serta para pelaku ekonomi kreatif yang selama setahun tertekan oleh pandemi dan kesulitan ekonomi.

"Kita perlu pendekatan era baru yaitu pendekatan yang lebih bergandengan tangan, yang lebih memperhatikan teman-teman kita yang sangat membutuhkan," ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca juga: Menparekraf ajak pelaku ekonomi kreatif bikin produk ramah lingkungan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel