Menparekraf jadikan desa wisata di Bintan sebagai percontohan

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 1 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjadikan Desa Wisata Ekang Anculai di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau sebagai percontohan desa wisata di Indonesia karena dikelola dengan kearifan lokal yang melibatkan masyarakat sekitar.

"Ini adalah prototipe desa wisata," kata Menteri saat mengunjungi Bintan, Kepri, Sabtu.

Ia mengatakan akan mereplikasi pengelolaan Desa Wisata Ekang Anculai Bintan untuk daerah wisata sejenis di Indonesia.

Desa Wisata Ekang Anculai dibangun di lokasi kebun karet yang sudah tidak efektif berproduksi kembali.

Penginapan di sana dibangun dari bambu dengan berbagai fasilitas untuk pelancong, seperti berkuda dan agrowisata.

Meski lokasinya di luar enclave kawasan pariwisata Bintan, namun relatif masih dekat, sehingga mudah diakses.

"Ada danaunya, mewah. Ini bintang tiga dengan "view" bintang tujuh," kata Menteri.

Usai melihat isi penginapan, Menteri mengatakan Desa Wisata Ekang Anculai memiliki standar tinggi, dengan kamar mandi, tempat tidur, AC, televisi, kopi dan layanan wifi.

"Desa Wisata Ekang Anculai di Teluk Sebong Bintan menjadi contoh terbaik desa wisata yang pernah dikunjungi. Infrastrukturnya bagus dan ada keterlibatan masyarakat," kata dia.

Pengelola Desa Wisata Ekang Anculai, I Wayan Mestika menyatakan sebelum COVID-19, penginapannya banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, terutama Prancis yang masuk Bintan melalui Singapura.

"Harapan kami bagaimana caranya setelah COVID-19 bisa meningkatkan pariwisata sehingga bisa menerima wisman," kata dia.

Baca juga: Menparekraf: Protokol kesehatan Bintan terbaik
Baca juga: Menparekraf puji Bintan sebagai kawasan pariwisata kelas dunia
Baca juga: Bintan berharap akses wisman ke Lagoi segera dibuka kembali

Baca juga: Kemenparekraf siapkan 200 desa wisata dukung DPSP Labuan Bajo