Menparekraf: "The Kitchen of Asia" bisa jadikan Medan ibu kota kuliner

·Bacaan 1 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, menyebut "The Kitchen of Asia" yang tengah dikembangkan di Kasawan City Walk bisa menjadikan Kota Medan sebagai ibu kota kuliner Indonesia.

"Konsep ini sudah tepat, dan memang kuliner Medan itu ngangeni," ungkap Sandiaga di Medan, Selasa.

Menparekraf menilai bahwa konsep kitchen (dapur) yang terbuka di Kesawan City Walk dapat dimaknai membuka peluang usaha kuliner di ibu kota Provinsi Sumatera Utara.

Baca juga: Pemkot Medan yakin bisa jadi daerah wisata gastronomi

"Kitchen yang terbuka ini, juga berarti membuka peluang usaha dan lapangan kerja," kata Menteri Sandiaga.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengatakan di daerah ini tidak hanya memiliki keberagaman kuliner khas Sumut, tapi juga Indonesia dan bahkan Asia.

Wali kota menyebut, kuliner di Kota Medan telah teruji kelezatannya. "The Kitchen of Asia" atau dapur Asia ini, lanjutnya, mengusung konsep bukan saja menjual kelezatan, namun juga proses pembuatan dan narasi kuliner itu.

Baca juga: Pemkot Medan: Tjong A Fie jadi semangat "The Kitchen of Asia"

"Dapur yang dulu sedapat mungkin tak terlihat, kini malah diperlihatkan. Proses pembuatan kuliner akan menjadi daya tarik tersendiri," terang Bobby.
​​
"Begitu juga narasi-narasi tentang kuliner itu akan menambah nilai sajian tersebut," papar Wali Kota Bobby di Creative Talk Show Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 di Medan, Senin (8/11).

Seperti diketahui, Pemkot Medan berencana akan mengoperasikan Kesawan City Walk sebagai pusat kuliner di jalur-jalur pedestrian pada 19 November 2021.

Data terakhir Pemkot Medan menyatakan, sekitar 153 stan UMKM lokal berjejer di jalur-jalur pedestrian yang merupakan kawasan warisan sejarah Kota Lama Kesawan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel