Menparekraf: Perhelatan KTT G20 jadi awal kebangkitan pariwisata Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menilai, rangkaian perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi G20 dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia, termasuk di Pulau Bali.

“Kami lihat bahwa ini bukan hanya awal kebangkitan kita, tapi ini juga menjadi formula kebangkitan yang lebih inklusif di masa depan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam wawancara bersama Antara di Jimbaran, Bali, Kamis.

Sandiaga berharap perhelatan KTT G20 pada November dapat meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata di Bali.

Baca juga: Sandiaga: Gunakan momentum G20 bangun ekonomi lebih cepat dan kuat

Pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan pariwisata secara signifikan. “Tahun ini Bali bisa kita targetkan untuk tumbuh di angka mungkin posisi 5 besar nasional dan harapannya bisa menembus angka 5 sampai 6 persen,” kata Menparekraf.

Menurut Sandiaga, sektor pariwisata di Bali pada triwulan III 2022 menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dan pertumbuhan ekonomi di Bali juga mencapai 8,1 persen.

Dia menjelaskan pertumbuhan itu ditopang oleh tiga penunjang wisata yakni sektor transportasi, akomodasi, dan pelayanan.

Sandiaga menjelaskan indeks pariwisata Indonesia juga naik 12 peringkat pada 18 bulan terakhir, melewati Malaysia, Thailand, dan Vietnam, menjadi peringkat 32 dari 117 negara dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) tahun 2021.

“Hal itu ternyata karena kebijakan kita yang memprioritaskan kebangkitan yang inklusif dan memprioritaskan penyiapan destinasi Bali dan lima destinasi super prioritas lainnya,” kata Sandiaga.

Baca juga: Menparekraf harapkan Global Tourism Forum berikan solusi pariwisata

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Bali pada triwulan III 2022 atau periode Juli-September tumbuh sebesar 8,09 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II-2022 tumbuh sebesar 3,04 persen (yoy), meningkat dari triwulan I yang tercatat 1,46 persen (yoy).

Selain itu Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata selama Oktober-Desember 2022 akan berada di kisaran 5 persen.