Menparekraf resmikan program desain interaksi Ubaya secara virtual

·Bacaan 2 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan program kekhususan baru Desain Interaksi (Interaction Design) milik Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya secara virtual, Kamis.

"Saat ini desain produk memiliki tren sangat positif karena apresiasi masyarakat terhadap produk berkualitas semakin tinggi," ujar Sandiaga Uno dalam sambutannya.

Selanjutnya, Sandiaga Uno memaparkan laporan produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa pertumbuhan sub sektor desain produk mencapai 5,89 persen dengan menyumbangkan Rp2,5 triliun sebagai kontribusi untuk PDB Nasional.

Menurut dia, jika pendekatan industri 4.0 yang bisa dilakukan untuk sub sektor ini, yakni dalam mengelola industri dengan peralatan dan sistem yang adaptif, cerdas serta mendorong pengembangan future initiative yang dapat membangun industri kecil dan menengah.

Tujuannya, kata Sandiaga Uno, agar bisa beradaptasi menghadapi persaingan global dan perkembangan teknologi terbaru.

"Oleh karena itu, kebutuhan akan sumber daya manusia pada desain produk khususnya desain interaksi sangat dibutuhkan karena memiliki potensi luar biasa besar bagi kebutuhan dunia pekerjaan di masa mendatang," ucapnya.

Saat ini dalam menjalani aktivitas manusia, lanjut dia, diperlukan berbagai aspek ketika berinteraksi dengan produk, semisal estetika, kemudahan dalam penggunaan, fungsi konten, rasa emosi yang muncul seperti rasa senang, kenyamanan dan sebagainya.

Sandiaga Uno berpesan kepada mahasiswa yang nantinya akan lulus dari program kekhususan Desain Interaksi Fakultas Industri Kreatif Ubaya nantinya mampu beradaptasi, berkolaborasi dan inovatif yang juga harus dilakukan dengan gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama) dan gaspol (garap semua potensi).

"Semoga Fakultas Industri Kreatif Ubaya terus maju dan berkembang mencetak SDM kreatif yang unggul dan menjadi kebanggaan Indonesia," tutur dia.

Sementara itu, Rektor Ubaya Benny Lianto menyebut peluncuran program kekhususan Desain Interaksi FIK Ubaya bersaman dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2021 yang ke-113.

Benny menjelaskan bahwa tahun 1908 menjadi sejarah penting bagi Indonesia yaitu bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme untuk memperjuangkan hak bangsa kemerdekaan Indonesia.

Pemuda bangkit menjadi motor sebuah perubahan untuk mengangkat martabat bangsa yang hanya dapat diperoleh dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan.

"Peringatan Harkitnas tahun ini menjadi momentum Ubaya untuk ikut berkontribusi memajukan kehidupan bangsa melalui bidang pendidikan," tutur dia.


Baca juga: Menparekraf ingin setiap produk UMKM memuat konten cerita

Baca juga: Menparekraf ajak pelaku ekonomi kreatif bikin produk ramah lingkungan

Baca juga: Sandiaga berharap MES dan ECTEXPO 2021 bisa menggerakkan sektor UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel