Menparekraf Sandiaga pacu pengembangan gim dan aplikasi di Kota Malang

·Bacaan 1 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong pengembangan gim dan aplikasi di Kota Malang, karena potensi subsektor aplikasi dan game di daerah tersebut dinilai cukup baik.

“Ini dapat dilihat melalui geliat para pelaku ekonomi kreatif yang berkiprah di kancah nasional maupun internasional,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat menjadi pembicara di lokakarya pengembangan gim di kabupaten/kota jreatif, di Latar Ijen, Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Melalui keterangan tertulisnya, yang diterima di Jakarta, Minggu, Menparekraf mengharapkan agar pengembangan kabupaten/kota kreatif dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, dan prestasi dalam berkarya, sehingga subsektor aplikasi dan game dapat menjadi lokomotif ekonomi kreatif Kota Malang dan mampu mendorong pembangunan daerah.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya ingin meningkatkan kapasitas dari pelaku ekonomi kreatif dan ingin kebijakan pemerintah Kota-Kabupaten Malang Raya memberikan dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif, karena di sektor ini menciptakan 20 juta lapangan pekerjaan.

Baca juga: Subsektor game naik daun, pemerintah fokus pengembangan game lokal

Menparekraf juga mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk tetap semangat dalam upaya melakukan pemulihan dan stabilisasi ekonomi dengan memaksimalkan penggunaan sarana prasarana dan teknologi informasi, sehingga tetap dapat menciptakan perubahan positif.

“Saya juga ingin mengajak para pengusaha di KaTa (Kabupaten/Kota) Malang untuk selalu berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi agar sukses dalam mengembangkan usahanya,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Seperti diketahui, program pengembangan KaTa Kreatif Indonesia merupakan salah satu program Kemenparekraf yang bertujuan untuk menggali, memanfaatkan, menumbuhkembangkan, mengelola, dan mengonservasi kreativitas.

Baca juga: Menparekraf dorong pengembangan industri gim lokal

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel