Menparekraf sebut Omah Budoyo Jogja topang UMKM dan kewirausahaan

·Bacaan 2 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan "Omah Budoyo Jogja" menopang dua pilar yang dapat memberikan dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja di kalangan masyarakat, yaitu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta kewirausahaan.

"Tempat ini akan segera dibuka, kita akan lihat bagaimana kehadiran tempat ini dapat memberikan dampak terhadap kebangkitan dan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif kita. Sehingga, pariwisata kita semakin berkualitas dan membuka peluang usaha dan lebih banyak lapangan kerja,” ungkapnya di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta sebagaimana tertera dalam keterangannya, Jakarta, Jumat.

Omah Budoyo Jogja merupakan ruang rupa kreatif atau kantong budaya yang menghadirkan beragam produk-produk ekonomi kreatif mulai dari kriya, fesyen, serta kuliner.

Berbagai produk kreatif tersebut merupakan hasil rancangan berbagai desainer yang diproduksi sepenuhnya oleh perajin lokal.

Baca juga: Menparekraf berharap Tebing Breksi dapat buka peluang usaha masyarakat

"Hari ini kita melihat satu kolaborasi antara artisan yang dikurasi oleh Pak Warwick Purser (kurator dan pemilik Omah Budoyo Jogja) yang mewakili berbagai unsur seni seperti kriya, fesyen, kuliner, dan beberapa produk lain yang dikemas sangat apik," tuturnya.

Dengan kurasi tersebut, produk-produk yang dihadirkan memiliki nilai serta kualitas yang tinggi dan siap masuk pasar internasional.

Keberadaan Omah Budaya Jogja disebut memiliki empat zona yang dapat dinikmati wisatawan. Pertama, galeri eksibisi yang menjadi ruang bagi seniman untuk dapat memamerkan karya.

Setiap dua bulan sekali galeri ini dikatakan akan menghadirkan pameran karya dari seniman-seniman yang berbeda.

Kemudian, terdapat restoran yang menyajikan makanan khas Jawa, serta pendopo yang akan menjadi ruang untuk berbagi ilmu melalui berbagai kelas yang dihadirkan. Antara lain kelas membatik, keramik, meditasi, yoga, kelas gamelan, dan macapat (puisi tradisional Jawa).

Selanjutnya ialah toko yang menghadirkan beragam produk-produk ekonomi kreatif mulai dari fesyen, aksesoris, perhiasan, dan furnitur.

Selaku kurator dan pemilik Omah Budoyo Jogja, Warwick Purser, mengharapkan ruang rupa kreatif miliknya dapat memberikan dampak yang besar terhadap seniman-seniman lokal serta masyarakat umum.

"Kita ingin menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat pada tradisi dan produk lokal agar bisa bersaing dengan produk luar karena dari sisi kualitas dan juga cerita, kita memiliki potensi yang sangat besar," sebut dia.

Baca juga: Anak di bawah 12 tahun diberi diskresi masuk tempat wisata
Baca juga: Sandiaga sebut Biennale Jogja untuk tampilkan budaya Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel