Menpera: Angsuran KPR FLPP Hanya Rp575 Ribu

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menyatakan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ke depan dapat memiliki rumah sejahtera tapak hanya dengan membayar angsuran sebesar Rp575.000.  

Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)yang dilaksanakan oleh Kemenpera bersama dengan sejumlah bank BUMN. "Masyarakat dapat memiliki rumah dengan KPR FLPP yang suku bunganya tetap yakni 7,5 persen. Angsuran per bulan hanya Rp575.000 untuk harga rumah Rp70 juta," ujar Menpera Djan Faridz saat membuka kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan FLPP di Kantor Kemenpera, Jakarta, Senin (5/3) malam seperti dikutip dari situs Kemenpera.

Menpera Djan Faridz menambahkan, Kemenpera akan terus berupaya membantu masyarakat miskin untuk memiliki rumah yang layak huni. Dan melalui kebijakan FLPP, pada tahun 2012 ini Kemenpera berhasil menurunkan suku bunga yang tadinya 8,15 sampai 9,95 persen menjadi 7,5 persen saja.

Adanya penurunan suku bunga KPR FLPP tersebut, angsuran yang harus dibayar oleh masyarakat dapat diturunkan dari Rp625.000 menjadi Rp575.000.

Lebih lanjut, Djan Faridz menjelaskan, hingga 5 Maret 2012 Kemenpera telah berhasil menggandeng lima bank swasta nasional untuk menyalurkan FLPP ini. "Ke lima bank tersebut antara lain BNI, Mandiri, BTN, BRI dan BRI Syariah," imbuhnya.

Kemenpera dalam kegiatan Sosialisasi ini juga menunjukkan prototipe rumah murah yang harganya hanya sekitar Rp25 juta. Prototipe rumah murah ini diharapkan juga bisa menjadi solusi pembangunan rumah yang harganya terjangkau bagi masyarakat miskin di Indonesia.

Ke depan, Kemenpera juga sedang mengusahakan kenaikan harga rumah sebagai langkah antisipasi kenaikan harga BBM. Saat ini, Kemenpera tengah mengajukan kenaikan harga rumah sejahtera tapak ke Kementerian Keuangan.

"Kami akan mengupayakan agar harga rumah yang bebas PPN bisa naik yakni Rp70 juta ke atas," terangnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...