Menpera: "Groundbreaking" Rusunawa Ciliwung April 2013

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan bahwa "groundbreaking" (pemancangan tiang pertama) terhadap rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di bantaran sungai Ciliwung dilakukan April 2013.

"Saat ini Kemenpera sedang menunggu Keppres dan IMB dari Pemda DKI Jakarta terkait pembangunan Rusunawa tersebut. Kalau bulan depan keduanya sudah selesai maka pada bulan April bisa dimulai pemancangan tiang pertama pembangunan Rusunawa," kata Djan Faridz dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Djan, Kemenpera saat ini terus berkoordinasi dengan pihak Pemprov DKI Jakarta agar pembangunan Rusunawa untuk merelokasi warga yang tinggal di bantaran Ciliwung dapat terlaksana dengan segera.

Ia memaparkan, setidaknya terdapat tiga lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan Rusunawa yaitu di daerah Jatinegara, Pasar Minggu, dan Pasar Rumput.

Masing-masing Rusunawa nantinya dibangun 24 lantai dan bisa menampung sekitar 2000 hingga 6000 orang," katanya.

Ia juga menuturkan, Adapun anggaran yang untuk membangun Rusunawa tersebut sekitar Rp600 miliar.

Sebelumnya, Menteri Perumahan Rakyat memerintahkan jajarannya di Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat memprioritaskan pelaksanaan pembangunan seperti rumah susun (rusun) untuk masyarakat.

"Saya berharap seluruh jajaran pimpinan dan staf di lingkungan Deputi Perumahan Formal bisa segera mengevaluasi serta mempersiapkan program pembangunan perumahan formal dengan baik," kata Djan Faridz.

Djan mengemukakan, hal tersebut karena pembangunan usun yang dilaksanakan oleh Kemenpera merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat untuk memiliki rumah yang layak huni di tengah keterbatasan lahan yang ada saat ini.

Menpera juga menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Deputi Perumahan Formal merupakan salah satu program pembangunan yang mendapat banyak sorotan dari masyarakat luas.

"Pelayanan terhadap kebutuhan Rusun sangat terkait erat dengan Kementerian/Lembaga lainnya. Oleh karena itu, pembangunan Rusun harus mendapat perhatian khusus dari jajaran Deputi Perumahan Formal," katanya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.