Menperin Cek Perakitan GeNose Karya Siswa SMK-SMTI Yogyakarta

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi SMK-SMTI Yogyakarta, Rabu 19 Mei 2021. Dalam kunjungan tersebut, Menperin meninjau produksi GeNose oleh siswa siswi SMK-SMTI Yogyakarta.

Sebagaimana diketahui, SMK-SMTI menjadi salah satu unit pendidikan di bawah Kementerian Perindustrian itu berkolaborasi dengan perusahaan industri PT. Yogya Presisi Teknikatama Industri dan unit usaha Universitas Gadjah Mada, yakni PT. Swayasa Prakarsa dalam perakitan alat deteksi COVID-19 yang disebut GeNose C19.

Kegiatan produksi GeNose C19 diketahui telah berlangsung sejak bulan Februari 2021 yang melibatkan berbagai pihak, namun pelaksanaannya dilakukan di Gedung Teaching Factory (TeFa) SMK-SMTI Yogyakarta dengan 60 tenaga operator yang merupakan siswa-siswi dari jurusan Teknik Mekatronika dan Kimia Industri.

Kepercayaan merakit GeNose yang didapat SMK-SMTI Yogyakarta ini dibuktikan dengan keberhasilan memenuhi target yaitu 3000 unit. Usai mampu merampungkan target awal, SMK-SMTI kembali dipercaya untuk memenuhi target 2000 unit. Sehingga, total 5000 unit GeNose C19 telah diproduksi di sini.

Agus menuturkan bahwa SMK-SMTI merupakan salah satu SMK terbaik di Indonesia. Hal ini sudah dibuktikan dengan sejumlah prestasi SMK-SMTI.

"Ini salah satu SMK terbaik di Indonesia. Kita sudah membuktikan dari berbagai macam hal. (SMK-SMTI) punya kualitas di atas standar," tutur Agus.

"SMK ini dipercaya untuk melakukan proses esambling untuk memproduksi GeNose yang kita ketahui bersama. Selama ini banyak yang belum paham kita (SMK-SMTI) punya peran besar dalam membangun alat GeNose untuk mendeteksi COVID-19," sambung Agus.

Selain peninjauan produksi GeNose, Agus juga meninjau sejumlah fasilitas serta kegiatan belajar di SMK-SMTI Yogyakarta. Bahkan Agus sempat pula mengecek pelaksanaan Command Center JARVIS (Jalur Penerimaan Vokasi Industri) yang berlokasi di SMK-SMTI.

Baca juga: GeNose Tengah Mengajukan Izin Agar Lolos SNI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel