Menperin dukung investasi pabrik pendingin ruangan Rp3,3 triliun

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung investasi dari PT Daikin Industries Indonesia yang membangun pabrik pendingin ruangan atau AC yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC) Industrial Parks Bekasi senilai Rp3,3 triliun dengan kapasitas produksi sebesar 1,5 juta unit per tahun.

“Sebuah langkah yang sangat tepat bagi Daikin, yang notabene merupakan market leader produk AC di Indonesia untuk berinvestasi di dalam negeri. Saya mendorong agar brand besar lainnya dapat mengikuti gerakan Daikin untuk segera memiliki fasilitas produksi di Indonesia baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor,” kata Menperin lewat keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pabrik baru dari Daikin tersebut akan memproduksi AC rumah tangga pada semester II-2024.

Melalui investasi itu, diperkirakan Daikin mampu menyerap tenaga kerja sebesar 1.600-2.500 orang.

Sejalan dengan investasi AC dari Daikin tersebut, Menperin menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk produk AC, baik untuk rumah tangga maupun AC komersial.

Terlebih lagi Daikin merupakan merek besar dengan predikat market leader untuk pasar AC di Indonesia. Tentu hal ini menjadi langkah yang tepat bagi Daikin maupun brand besar lain untuk segera menanamkan modal dan berproduksi di Indonesia.

Sementara itu Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier menegaskan tentang keseriusan Kemenperin dalam hal menjaga iklim investasi baru agar tetap berkembang dan mampu menyeimbangkan trade balance sektor elektronika.

“Target ini dapat dilakukan melalui salah satu instrumen berupa Neraca Komoditas (NK) untuk produk-produk elektronika termasuk AC yang akan diimplementasikan di tahun mendatang,” ujarnya.

Saat ini, sejumlah perusahaan dari PT. Daikin Global di Indonesia yang telah melakukan produksi, yaitu PT Daikin Manufacturing Indonesia dengan produksi AC tipe ducting (lebih dari 5 HP) dan Air Handling Units (AHU).

Baca juga: Menperin: Balai Kemenperin berperan dalam mitigasi ketahanan pangan

Baca juga: Menperin: PMI Manufaktur RI menguat, tanda industri kian kondusif