Menperin: ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 persen pada triwulan III 2022

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan 5,72 persen pada triwulan III tahun 2022.

"Kita bersyukur bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia memperlihatkan tren positif, dimana pada triwulan III tahun 2022 mengalami pertumbuhan 5,72 persen secara 'year on year'," kata Menperin dalam sambutan secara virtual pada pembukaan Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Kemenperin di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, dengan angka tersebut maka laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kenaikan dibanding pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada triwulan II tahun 2022 yaitu sebesar 5,45 persen.

Menperin mengatakan, saat ini, sektor industri pengolahan (industri manufaktur) merupakan tulang punggung serta motor perekonomian nasional dengan menyumbang pertumbuhan tertinggi, yaitu 0,99 persen dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca juga: Sri Mulyani perkirakan ekonomi triwulan IV akan sedikit termoderasi

Untuk pertumbuhan industri pengolahan non migas pada triwulan III ini adalah sebesar 4,88 persen, atau mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III yaitu sebesar 4,33 persen.

"Dari sisi investasi, dari Januari-September 2022, nilai investasi pada sektor industri manufaktur mencapai Rp365,2 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 40,9 persen terhadap total investasi yang mencapai Rp892,4 triliun," katanya.

Menurut Menteri, walaupun pertumbuhan industri berada dalam tren yang positif, tetapi kita tidak boleh berpuas diri dikarenakan persebaran pertumbuhan sektor industri belumlah merata.

"Hal ini terlihat dari adanya komoditi yang memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi, bahkan untuk industri logam dasar mampu tumbuh di atas 20 persen, akan tetapi di sisi lain terdapat pula beberapa komoditi yang mengalami pertumbuhan negatif," katanya.

Baca juga: Indef tingkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 jadi 5,1 persen

Mencermati kondisi itu, hendaknya kita selalu waspada dan mempersiapkan pengelolaan atau mitigasi yang tepat terhadap segala risiko yang dapat menghambat pertumbuhan industri tanah air, baik risiko yang bersumber dari dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu bentuk mitigasi risiko sektor industri yang sedang diambil pemerintah adalah dengan dikeluarkannya kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) serta substitusi impor.

"Yang mana untuk 2022 pemerintah telah menargetkan sekurang-kurangnya Rp400 triliun dari belanja pemerintah baik pusat maupun daerah digunakan untuk membeli produk dalam negeri (PDN). Dan target tersebut tentu akan meningkat pada 2023," katanya.

Peningkatan target PDN di tahun 2023 tersebut tentu akan diikuti dengan peningkatan PDN di seluruh kementerian/lembaga termasuk Kemenperin, dimana sesuai Renstra, untuk tahun 2023, ditargetkan PDN sebesar 85 persen dari total belanja.

"Karena itu, seluruh unit eselon I maupun Satker di lingkungan Kemenperin perlu mengembangkan pola-pola pengelolaan risiko di lingkungan masing-masing, dalam rangka mencapai target kinerja secara efektif, efisien dan akuntabel," katanya.