Menperin: Industri manufaktur bantu RI lepas dari middle income trap

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai penguatan industri manufaktur dapat membantu Indonesia keluar dari jerat status negara berpenghasilan menengah (middle income trap) dan tumbuh sebagai negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada 2045.

Alasannya, ia mengamati tren positif industri manufaktur di Indonesia terutama pada masa pemulihan selepas terdampak pandemi COVID-19.

“Harapan kita semua, manufaktur bisa menjadi prime mover (penggerak utama perekonomian) sehingga kita bisa sesegera mungkin lulus dari middle income trap, karena jika kita lihat kinerja dari industri manufaktur Indonesia cukup promising (menjanjikan),” kata Agus Gumiwang saat memberi paparan secara virtual pada sesi Pemerintah Mendengar di Indonesia Development Forum di Jimbaran, Badung, Bali, Selasa.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan Purchasing Manager’s Index (PMI) industri manufaktur di Indonesia mencapai angka 51,8 poin. Agus menyebut angka itu melanjutkan tren angka PMI di atas 50 selama 12 bukan berturut-turut.

“(Tren itu) menunjukkan bahwa industri (manufaktur) tengah berekspansi,” kata Agus.

Ia juga menyampaikan sektor industri pengolahan nonmigas saat ini menjadi yang paling banyak berkontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 16,10 persen, sementara pertumbuhan sektor itu pada triwulan III-2022 mencapai 4,88 persen secara year-on-year (yoy).

“Selaras dengan itu, industri alat angkutan dan industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh sebesar 10,26 persen dan 12,56 persen secara yoy. Indikator pertumbuhan itu memberi optimisme untuk sektor industri manufaktur,” katanya.

Oleh karena itu, ia mendukung upaya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkuat industri manufaktur untuk transformasi ekonomi nasional sehingga Indonesia dapat lepas dari middle income trap.

Di puncak acara Indonesia Development Forum (IDF) 2022 yang merupakan besutan Kementerian PPN/Bappenas, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan industri di Indonesia perlu menggunakan paradigma baru, yang di antaranya meningkatkan kompleksitas dan keterhubungan, serta menjadikan industri cepat beradaptasi dengan permintaan dan kebutuhan pasar.

Oleh karena itu, Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan BUMN dan perguruan tinggi meluncurkan dua inisiatif, yaitu Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kerdigantaraan 2022–2045 yang dibuat bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Rencana Induk Pengembangan Industri Digital Indonesia 2023–2045 yang dibuat bersama PT Telkom Indonesia.

Baca juga: Menperin: Kesuksesan Presidensi G20 perkuat pertumbuhan manufaktur

Baca juga: Kemenperin fokus kawal peningkatan penggunaan produk dalam negeri