Menperin: Industri manufaktur makin percaya diri dan optimis

·Bacaan 2 menit

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan indikator yang berkaitan dengan sektor industri manufaktur tahun ini sudah mengalami titik yang positif.

"Kalau kita lihat per hari ini saja, semua indikator yang berkaitan dengan sektor industri manufaktur itu sudah mengalami titik yang positif," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita usai kunjungan kerja ke Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu.

Misalnya, lanjut Menperin, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur pada April 2021 sudah mencapai 54,6 poin dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia sejak IHS Markit sebagai lembaga survei mengeluarkan PMI manufaktur.

Baca juga: PMI manufaktur RI terus naik, Menperin: Pelaku industri mulai bangkit

"Dan 54,6 poin itu sebetulnya angka yang sangat baik, tapi juga di mata Kemenperin yang lebih penting adalah angka di atas 50 itu menunjukkan bahwa sektor industri di negara tersebut, sedang atau sudah mengalami atau dalam suasana atau kondisi ekspansif," kata Menperin Agus Gumiwang.

Bahkan, lanjut Menperin, Indonesia sudah enam bulan berturut turut dengan angka PMI manufaktur di atas 50 dan yang disampaikan 54,6 poin pada April tersebut lebih tinggi dari seluruh negara-negara di ASEAN, serta lebih tinggi dari China.

Menperin juga mengatakan ekspor di sektor industri manufaktur tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu justru meningkat. Begitu juga dengan investasi sektor industri manufaktur tahun ini juga meningkat dibanding tahun lalu.

"Ini indikator-indikator yang menunjukkan bahwa pelaku usaha dalam sektor industri manufaktur ini sudah ada confidence, optimis, dan PMI itu salah satu cara kita melihat optimisme dari industri di mana mereka sudah mulai mencari bahan baku," kata Menperin.

Baca juga: PMI manufaktur naik, Presiden Jokowi: Jaga tren positif ekonomi RI

Jadi, lanjut Menperin, semakin tinggi industri mencari bahan baku pada waktu tertentu, artinya industri sudah menggeliat dan Kemenperin akan mengupayakan semua bahan baku industri bisa didapat dari dalam negeri.

Menperin mengatakan pandemi COVID-19 tidak bisa diprediksi kapan berakhir, sehingga yang harus dilakukan adalah selalu siap. Bahkan, lanjutnya, kalau bisa menjaga rate positive di Indonesia yang sudah bagus pada April, maka pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan sektor industri manufaktur akan sangat baik.

"Jadi ada relevansi atau hubungan yang tidak bisa terpisahkan antara penanganan COVID-19 dengan pertumbuhan ekonomi di sektor industri, tapi kita tentu juga mempersiapkan opsi-opsi kebijakan untuk bisa membantu sektor industri manufaktur bisa bertahan dalam kesulitan," ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca juga: Kemenkeu: PMI Manufaktur global dan RI tinggi, cermin perbaikan bisnis