Menperin: Insentif Fiskal Pacu Investasi Sektor Industri

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

Jakarta (ANTARA) - Insentif fiskal akan menjamin rencana pemerintah untuk mengundang investasi yang memberikan nilai tambah pada sumber daya alam nasional berjalan dengan baik dan menyerap banyak tenaga kerja.

Pemerintah tengah memacu sektor industri yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional, sehingga Indonesia tidak sekadar menjadi eksportir material mentah.

"Sebagai tahap awal sektor agro industri sebagai milestone untuk mensukseskan program hilirisasi dimulai dari kakao, kelapa sawit, kopi, dan rumput laut," kata Menteri Perindustrian M.S Hidayat di Jakarta, Kamis.

Dengan adanya insentif pajak, menurut Hidayat, diharapkan investasi industri hilir di Indonesia akan menjadi semakin menarik. Sejak tahun lalu Kementerian Perindustrian telah sepakat dengan Kementerian Keuangan untuk menerapkan PP No.62/2008 sebagai salah satu insentif yang akan diberikan bagi investor.

"Di sisi lain, pemerintah bisa menetapkan disinsentif, seperti bea keluar, untuk memastikan pasokan bahan baku untuk investasinya," ujarnya.

Apabila industri hilir tersebut berjalan dengan baik dengan penyikapan-penyikapan fiskal yang cepat dan tepat, lanjut Hidayat, Indonesia tidak lagi terjebak untuk menjadi eksportir bahan mentah di berbagai sektor, seperti baja, minyak, dan sektor industri lainnya.

"Kami tidak membutuhkan anggaran untuk memastikan hilirisasi berjalan. Yang kami butuhkan kerelaan Kementerian Keuangan untuk melepas insentif pajak agar industri lebih menarik," tuturnya.

Sedangkan Staf Khusus Menteri Perindustrian Benny Soetrisno mengatakan, saat ini investor asal Jepang dan Korea Selatan telah menyatakan minatnya untuk terlibat dalam proyek hilir petrokimia di Papua Barat.

"Investor berniat untuk hilirisasi migas di sana sehingga gas itu nantinya tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah," tandasnya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat