Menperin: Penjualan 30 IKM pada Lagawi Fest tembus Rp5,23 miliar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan total penjualan produk 30 Industri Kecil Menengah (IKM) asal Lampung yang terpilih pada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) "Lagawi Fest" mencapai Rp5,23 miliar.

"Selama pendampingan intensif, total penjualan 30 IKM yang dipantau secara online dan offline oleh Kemenperin pada 20 Maret hingga 17 Juni 2022 tercatat sebesar Rp5,23 miliar," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan Laporan Kegiatan Gernas BBI Lagawi Fest, di Pesawaran, Provinsi Lampung, Kamis.

Ia mengatakan 30 IKM yang terpilih pada Lagawi Fest tersebut merupakan hasil kurasi yang dilakukan tim Direktorat Jendral (Ditjen) Industri Kecil dan Menegah (IKMA) Kemenperin bersama Bank Indonesia (BI) Lampung, Dekranasda Provinsi Lampung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung dari tanggal 13-14 Maret 2022.

Kemudian, lanjut dia, berdasarkan kriteria penilaian, pada acara Harvesting BBI Lagawi Fest, dari 30 IKM terpilih tersebut, ditetapkan lima IKM pemenang yang berhak ikut serta dalam BBI Award 2022.

"Lima IKM pemenang tersebut yakni Lampung Ethnica, Pisang Shamiya, Littlemonq, Rafins Snack, dan Askha Jaya," kata Menperin Agus Gumiwang.

Baca juga: Kemenperin gerakkan wirausaha baru di Lampung lewat Lagawi Fest

Menperin pun berharap lima IKM yang terpilih dapat diberi pendampingan lanjutan dari pemerintah daerah sehingga pada 2023 mereka sudah merambah masuk ke pasar global.

"Bahkan pelaku IKM unggulan hasil BBI Lagawi Fest juga akan berpartisipasi pada agenda G20," kata Menperin.

Ia mengatakan capaian yang didapat oleh 30 IKM, Khususnya lima pemenang Gernas BBI "Legawi Fest" tersebut, tidak lain merupakan hasil kerja keras mereka sejak kick off, dimana mereka juga mendapatkan berbagai macam pendampingan baik digital dan fisik serta dukungan media.

Dia pun mengatakan Kemenperin terus konsisten memberdayakan pelaku IKM melalui penguasaan teknologi e-business melalui Program e-Smart IKM.

"Program e-Smart IKM Kemenperin telah berjalan sejak tahun 2017, dan sampai saat ini telah melatih 22.515 pelaku IKM di seluruh Indonesia. Kami mengajak untuk bangga dan membeli produk dalam negeri, khususnya produk Lampung yang dipamerkan hari ini," kata Menperin Agus Gumiwang.

Baca juga: Gernas BBI Lagawi Fest bidik peningkatan penjualan online IKM Lampung

Baca juga: Gubernur BI berharap Gernas BBI dongkrak pengembangan IKM Lampung

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel