Menperin Punya Senjata untuk Tarik BMW dan Mercedes Produksi Mobil Listrik di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk memproduksi mobil listrik merek BMW dan Mercedes-Benz asal Jerman. Tujuannya, agar indonesia masuk pada rantai pasok atau hub ekspor kendaraan tersebut.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya telah memiliki instrumen atau ‘senjata’ untuk merayu BMW dan Mercedes-Benz memproduksi kendaraan listriknya di Indonesia.

Ia mengatakan, menurut info terakhir yang didapatkannya, pihak merek otomotif ternama itu sedang merundingkan terkait permintaan Indonesia.

“Mereka sedang rapatkan, kita punya instrumen, dalam tanda kutip senjata, kemungkinan besar akan mereka lihat sebagai hal yang penting untuk bisa menetapkan Indonesia sebagai hub-ekspor,” katanya kepada wartawan setelah gelaran 2nd RCID, di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Ia menyebut, rencananya, jika Indonesia mampu memproduksi dua merek kendaraan itu di dalam negeri, berarti pasar otomotif untuk Australia dan Jepang akan dikirim dari Indonesia.

“Ya, kita kemarin mengetuk lah, artinya meminta kepada BMW untuk bisa perluas operasionalnya proses produksinya di Indonesia untuk perkuat di Indonesia, saya minta kepada mereka BMW dan Mercedes-Benz untuk bisa menjadikan indonesia hub ekspor untuk pasar Australia dan Pasar Jepang,” tuturnya.

Ia mengatakan, selama ini pasar otomotif kendaraan tersebut bagi Australia dan Jepang dipasok oleh salah satu negara di Asia Tenggara. Kendati begitu, ia enggan menyebut negara mana yang dimaksud.

“Ya dan kita sudah meminta kepada mereka untuk jadikan Indonesia sebagai hub, jadi mobil mereka yang diekspor berasal dari indonesia,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kompetitif

Mobil BMW i8 Roadster, i8 Coupe dan BMW i3s mengawal konvoi mobil listrik jelang jadwal pelaksanaan balap mobil listrik atau Formula E 2020 di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Jadwal pelaksanaan Formula E 2020 akan segera diumumkan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Mobil BMW i8 Roadster, i8 Coupe dan BMW i3s mengawal konvoi mobil listrik jelang jadwal pelaksanaan balap mobil listrik atau Formula E 2020 di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Jadwal pelaksanaan Formula E 2020 akan segera diumumkan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Lebih lanjut, Menperin Agus mengatakan bahwa sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis, BMW maupun Mercedes-Benz akan memperhitungkan segi keuntungan yang didapatkan jika memproduksi mobil listrik di INDonesia.

“Tentu mereka juga sebagai lembaga bisnis tentu mereka juga menghitung apa yang bisa kita berikan kepada mereka sebagai perusahaan karena ini bukan hanya otomotif, ini satu sektor manufaktur secara general,” katanya.

Ia menilai, langkah ini sebagai upaya yang sangat kompetitif. Dengan demikian, negara perlu mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa menarik investor datang.

“Ini kompetitif, sangat kompetitif, jadi negara itu harus betul-betul, menyiapkan insentif-insentif bukan hanya untuk mereka investor datang ke indonesia, untuk mengeksplor domestik market yang sangat besar,” kata dia.

Informasi, pada kunjunga kerja Menperin Agus ke Jerman, wacana investasi tersebut muncul.

“BMW telah menyatakan minatnya untuk membangun ekosistem tersebut di Indonesia. Mercesdes-Benz juga bersedia bekerjasama dan sedang mengeksplorasi peluang ekspor kendaraan ke Australia dan ASEAN, rencananya mereka akan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi,” ujar Agus di Munich, Jerman, Jumat (29/10) lalu.

Sebagai negara yang telah menyatakan kesiapannya memasuki memasuki era kendaraan listrik, Indonesia memperkuat tekad tersebut melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan. Kemenperin juga telah menerapkan peta jalan pengembangan kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 tahun 2020.

“Sangat penting untuk investor berinvestasi di Indonesia karena kami yakin di masa depan akan terjadi peningkatan demand EV di dunia. Indonesia punya target pengembangan komponen utama untuk EV seperti baterai, motor elektrik, dan inverter,” ucap Agus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel