Menperin Targetkan Penyerapan Anggaran Industri Capai 42 Persen di Semester I

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan dirinya ditugaskan untuk mempercepat belanja anggaran oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut disampaikan dalam acara Kick-off pelaksanaan anggaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) 2020.

Pada semester I 2020 ini, Kemenperin menargetkan 42 persen untuk alokasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) di sektor industri. 

"Presiden sudah memerintahkan pembelanjaan barang modal dalam rapat Paripurna kemarin, sebesar atau sekecil apapun untuk APBN kementrian atau lembaga, penyerapannya diharapkan maksimal walaupun good governance harus tetap dijaga," kata Agus.

Kendati begitu, dengan melihat situasi ekonomi di 2020, harus dilihat secara positif bagi perekonomian Indonesia. Agar Indonesia bisa mengikuti perkembangan dinamika perekonomian global.

"Positif bagi perekonomian Indonesia, kita tidak boleh lupa khususnya 2020 situasi ekonomi global akan terus mengalami dinamika luar biasa, ini tentu bisa mempengaruhi tekanan global, dan satu sisi bisa memberikan potensi baru untuk Indonesia," jelasnya.

Tentu dengan menyikapi arahan presiden, menurutnya sangat penting dalam membantu mewujudkan visi dan misi presiden dibidang perindustrian.

Dukung Visi dan Misi Presiden

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dia menekankan jika kementerian dan lembaga tidak memiliki visi dan misi, melainkan mendapatkan tugas untuk membantu presiden mewujudkan visi dan misinya.

"Kita harus bangga dan optimis akhirnya, bahwa presiden Jokowi merupakan satu-satunya presiden yang memiliki latar belakang sebagai pelaku industri," ungkapnya.

Hal itu bisa dijadikan suatu kebanggaan dan optimisme bagi warga Indonesia. Karena menurutnya Presiden Jokowi memiliki komitmen untuk mendorong industri manufaktur Indonesia, karena ia paham dan mengerti tentang sektor perindustrian.

Sementara itu, Kemeperin pada tahun 2019 telah memeproleh alokasi anggaran sebesar Rp 3,6 triliun, dengan blokir dana sebesar Rp 102 miliar, sehingga diperoleh Rp 2,92 triliun. Serta capaian realisasinya sebesar 92,23 persen

"Itu capaian yang sangat luar biasa, kita bisa mempertahankan, saya berharap 2020 bisa memberikan perhatian dan monitoring intensif karena anggaran menjadi tanggung jawab," jelasnya.

Meskipun ada penurunan yang terbagi menjadi beberapa program. Pihaknya tetap optimis bisa memenuhi kebutuhan untuk membangun industri manufaktur di Indonesia.   

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: