Menperin terus perkuat kerja sama RI-Jepang di sektor industri

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berupaya memperkuat kerja sama ekonomi RI-Jepang secara komprehensif, khususnya di sektor industri, yang salah satunya dilakukan dengan melakukan audiensi dengan Minister of State of Economic and Fiscal Policy Jepang Nishimura Yasutoshi di sela kunjungan kerja ke negeri sakura.

Dalam pertemuan tersebut Menperin menyampaikan berbagai kebijakan Pemerintah Indonesia dalam upaya memberikan kemudahan berinvestasi dan menjaga keberlangsungan usaha sektor industri di tengah pandemi COVID-19.

“Kami mendorong kerja sama ekonomi komprehensif, baik di level bilateral, regional, juga internasional, karena sangat penting bagi kedua negara. Ini akan terus kami dukung,” ungkap Menperin lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Dubes Jepang : Banyak kesempatan tingkatkan kerja sama dengan RI

Pertemuan antara Menperin Agus dan Menteri Nishimura juga merupakan kesempatan bersua kembali antara dua sahabat yang sama-sama dipercaya menjabat posisi menteri di kedua negara.

Pada kesempatan tersebut Menteri Nishimura menyampaikan bahwa tugas yang diembannya adalah terkait kebijakan ekonomi secara umum, termasuk penanganan COVID-19.

“Saya bertanggung jawab untuk kebijakan ekonomi secara umum, termasuk penanganan COVID-19, dan juga Trans-Pacific Partnership (TPP),” ujar Nishimura.

Ia menyampaikan agar Indonesia dapat optimal dalam berpartisipasi dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ke depannya diharapkan dapat berpartisipasi dalam TPP.

Menteri Nishimura juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah memfasilitasi pemenuhan bahan baku bagi perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia yang sempat mengalami kendala pasokan dari China karena dampak pandemi COVID-19.

Baca juga: Bertolak ke Jepang, Menperin temui pelaku utama industri otomotif

“Salah satu perusahaan tersebut, yaitu Akashi Kikai, merupakan pemasok komponen Daihatsu. Kemudian, Daishin, perusahaan sensor untuk teknologi 5G,” sebutnya.

Nishimura mengakui Indonesia punya rantai pasokan yang cukup luas, sehingga dapat menjaga aktivitas produksi sejumlah perusahaan asal Negeri Sakura.

Selain di sektor industri, Nishimura juga mengajak Pemerintah Indonesia untuk bekerja sama dalam upaya penanganan pandemi COVID-19. Ia menyampaikan, Jepang telah menggunakan super computer dalam upaya ini.

“Kami melakukan simulasi strategi penanganan COVID-19 dengan super computer bernama Fugaku yang dikembangkan oleh Institute of Physical and Chemical Research (RIKEN) di Kobe,” pungkas Nishimura.

Baca juga: Menperin: Industri otomotif berkomitmen perluas ekspor mobil dari RI