Menpora Akan Nobatkan IPM Sebagai OKP Terbaik

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng akan menobatkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai Organisasi Kepemudaan (OKP) Terbaik se-Asia Tenggara pada Rabu (28/11) di Palembang, Sumatera Selatan.

"Baru saja kemarin (20-24 September) kami berangkat ke Thailand untuk menerima penganugrahan OKP terbaik se ASEAN. Kini dengan penobatan dari Kemenpora maka akan menjadi sesuatu yang sangat spesial" kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPM Danik Eka Rahmaningtyas dalam siaran pers yang diterima, Senin.

Kedatangan Menpora ke Palembang merupakan serangkaian agenda kementerian dalam rangka pembukaan Muktamar IPM XVIII 2012 dan Dialog Interaktif "Revitalisasi Peran Pemuda untuk Kemajuan Bangsa".

Muktamar sebagai majelis permusyawaratan tertinggi dua tahunan IPM diselenggarakan pada 26 hingga 29 November 2012.

"Perhelatan tahun terasa berarti karena digelar beberapa hari setelah peringatan seabad Muhammadiyah sebagai induk organisasi IPM," kata Danik.

Dia mengatakan para kader IPM se-Indonesia sedang dalam euforia yang baik atas penghargaan OKP terbaik Nasional dan ASEAN Ten Accomplished Youth Organization (ASEAN TAYO).

Muktamar bertema Menumbuhkan Kesadaran Kritis, Mendorong Aksi Kreatif, Untuk Pelajar Indonesia yang Berkarakter itu akan diikuti oleh lebih dari 1.500 Pelajar Muhammadiyah se-Indonesia.

Beberapa undangan direncanakan akan hadir seperti Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Y Thohari, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan beberapa tokoh lain di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang.

Perhelatan dua tahunan itu mengagendakan Laporan Pertanggung Jawaban PP IPM Periode 2010-2012 dan Pemilihan Formatur.

Ketua Panitia Pusat Muktamar IPM Afif Rosadiansyah mengatakan, penyelenggaraan muktamar ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan berkarakter para pelajar agar peka terhadap persoalan kebangsaan sehingga pelajar tidak hanya identik dengan tawuran. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.