Menpora akan perluas cabor peraih medali Olimpiade

·Bacaan 2 menit

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan akan memperluas cabang olahraga yang ditargetkan meraih medali di Olimpiade, yang merupakan sasaran utama peningkatan prestasi olahraga nasional.

Menurut Zainudin, langkah itu dilakukan agar prestasi olahraga Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu atau dua cabang olahraga saja.

“Kami ingin memperluas basis cabang olahraga yang menyumbangkan prestasi. Kalau hanya mengandalkan capaian medali saja, bisa jadi dari Olimpiade ke Olimpiade kita hanya terkotak di satu atau dua cabor saja yang konsisten,” kata Zainudin dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis.

“Tapi paradigma seperti ini kami ubah di desain besar olahraga nasional. Kita tidak boleh lagi bertumpu pada satu atau dua cabor seperti sekarang,” tambahnya.

Sepanjang partisipasi Indonesia di Olimpiade, bulu tangkis dan angkat besi menjadi dua cabang yang konsisten menyumbangkan medali untuk Merah Putih.

Baca juga: Menpora: Presiden Jokowi akan terima langsung tim Olimpiade di Istana
Baca juga: Menpora berupaya populerkan angkat besi yang jadi andalan Indonesia

Pada Olimpiade 2008 Beijing, misalnya, bulu tangkis menyumbangkan emas lewat ganda putra Hendra Setiawan/Markis Kido, serta perunggu dari Eko Yuli Irawan pada cabang angkat besi.

Angkat besi kembali mempersembahkan medali di London 2012 lewat Eko Yuli Irawan, Citra Febrianti dan Triyatno.

Di Rio 2016, Indonesia meraih satu emas dan dua perak. Kemudian di Tokyo 2020, bulu tangkis dan angkat besi lagi-lagi menjadi penyumbang medali bagi Indonesia. Capaian tersebut, menurutnya, sudah memenuhi target karena berhasil meningkatkan jumlah perolehan medali dari Olimpiade sebelumnya.

Dengan adanya Grand Design Olahraga Nasional yang saat ini masih terus dikaji Kemenpora, Zainudin berharap cabang olahraga lain juga bisa mendapat medali sehingga dapat memperbaiki peringkat Indonesia dalam setiap partisipasinya di Olimpiade.

“Kami sedang me-review total ekosistem pembinaan olahraga nasional. Kami sedang menanti payung hukumnya, yaitu Peraturan Presiden (Perpres). Jika ini sudah jalan, kita akan ada panduan prestasi dari Olimpiade ke Olimpiade. Kami akan konsisten menjalankan itu,” tutup Zainudin.

Baca juga: Greysia/Apriyani srikandi kebanggaan Indonesia, kata Menpora
Baca juga: Menpora berpesan atlet yang belum dapat medali jangan berkecil hati
Baca juga: Menpora optimistis target Indonesia di Olimpiade Tokyo terpenuhi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel