Menpora Amali Buka Suara Terkait Perubahan Kelamin Aprilia Manganang

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, buka suara terkait perubahan jenis kelamin mantan atlet voli nasional, Aprilia Manganang. Dia melihat kasus ini sebagai hal yang tidak disengaja.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, mengumumkan perubahan kelamin Aprilia dari perempuan menjadi seorang laki-laki. Selama ini, Aprilia diklaim mengidap hipospadia.

Mengetahui hal tersebut, Amali menilai jika kasus ini sepenuhnya bukanlah kesalahan dari Aprilia. Sebab, selama ini hasil pemeriksaan menunjukkan jika dia berkelamin perempuan.

"Apa yang sudah diumumkan KSAD itu jadi informasi untuk kita semua. Kan tidak ada yang mau mengaku-ngaku. Setelah ada pemeriksaaan secara komprehensif di RSPAD baru dinyatakan jenis kelaminnya adalah pria," kata menteri asal Gorontalo kepada wartawan, Rabu 10 Maret 2021.

"Apa yang sudah terjadi sebelumnya tak bisa disalahkan dia, kecuali dia sudah diperiksa. Bahkan, dia masuk dinas ketentaraan dan itu pasti ada pemeriksaannya. Kita percaya hasilnya waktu itu perempuan," tutur dia.

Lebih lanjut, politikus asal Gorontalo itu berharap publik memberikan dukungan pada Aprilia. Pasalnya, dia harus melewati perjalanan panjang sebelum mengetahui jenis kelaminnya secara jelas. Berbeda dengan orang kebanyakan.

"Menurut saya dia sendiri gak sadar kalau dia berjenis kelamin pria. Perjalanan begitu panjang sebelum diketahui dia adalah pria dan ini bukan kesalahan dia," ujar Amali.

"Pemeriksaan terakhir lebih detail dan lebih teliti. Dulu kan tidak ada kecurigaan apa pun sehingga apa pun yang sudah diperoleh dia sebagai atlet perempuan menurut saya gak ada masalah," jelasnya.

Ketika disinggung nasib medali yang pernah diraih Aprilia bersama Timnas voli putri Indonesia, Amali menyerahkan semuanya pada National Olympic Committee (NOC) of Indonesia untuk berkoordinasi dengan federari bola voli internasional.

"Kami serahkan itu pada NOC. Pemerintah tentu terlalu jauh kalau sampai masuk ke situ. Kami tunggu langkah NOC seperti apa. Kalau memang kami dibutuhkan, kami akan koordinasi dengan cabornya," ucap Amali.