Menpora Anugerahkan Satyalancana Dharma Olahraga kepada 5 Pahlawan Bangsa

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia menganugerahkan Satyalancana Dharma Olahraga kepada lima nama yang mencatat prestasi dalam kejuaraan internasional, terutama Olimpiade.

Penerima tanda kehormatan ini termasuk mantan pebulu tangkis peraih perak Olimpiade Sydney 2000 Tri Kusharjanto. Dia juga pernah meraih perunggu Kejuaraan Dunia 1997 dan membantu merebut Piala Thomas 2002.

Tanda kehormatan juga diberikan kepada peraih perunggu Olimpiade Anthena 2004 Sonny Dwi Kuncoro dan Eng Hian, peraih perunggu Paralimpiade Rio 2016 Ni Nengah Widiasih, serta pelatih angkat berat Coni Ruswanta.

Penghargaan itu ditetapkan berdasarkan surat keputusan Preseden Republik Indonesia Nomor 119/TK/2021 tentang Satyalancana Dharma Olahraga.

“Tidak cukup hanya kita membina saja, tidak cukup hanya memacu prestasi atlet tanpa apresiasi dan penghargaan. Itulah sebabnya bapak presiden melalui kami menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima penghargaan," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Senin (27/12/2021).

"Tentu kita semua diminta terus meningkatkan prestasi, menjaga konsistensi," sambungnya.

Satyalancana Dharma Olahraga merupakan salah satu tanda kehormatan satyalancana sipil di Indonesia. Penghargaan itu diberikan berdasarkan ketetapan presiden kepada olahragawan yang telah meraih medali dalam Olimpiade, Paralimpiade atau kejuaraan dunia cabang khusus, serta pelatih yang telah melahirkan olahragawan berprestasi meraih medali.

Juga Berikan Bonus

Menpora, Zainudin Amali ketika menyerahkan bonus. (Istimewa)
Menpora, Zainudin Amali ketika menyerahkan bonus. (Istimewa)

Selain penghargaan, Pemerintah juga memberikan bonus kepada tim bulu tangkis putra, Komite Paralimpik Nasional (NPC), dan Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI).

Tim Piala Thomas mengantongi Rp11 miliar usai memenangkan Piala Thomas 2020. NPC Indonesia mendapat Rp5 miliar setelah berprestasi dalam Asian Youth Para Games 2021. Sedangkan PABSI menerima bonus Rp1,25 miliar atas pencapaian atlet pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021.

“Tidak cukup dengan membina saja dan hanya memacu prestasi atlet tanpa apresiasi dan penghargaan. Kami mengucapkan selamat kepada para penerima apresiasi dari prestasi kejuaraan dunia,” kata Menpora.

Prestasi Atlet Indonesia

19 tahun menanti, Indonesia kembali merengkuh gelar juara Piala Thomas 2020. Gelar ini menjadi yang ke-14 kalinya. Indonesia memastikan gelar Piala Thomas 2020 setelah menaklukkan China 3-0 pada final yang digelar di Ceres Arena, Denmark, Minggu (17/10/2021). (Claus Fisker/Ritzau Scanpix via AP)
19 tahun menanti, Indonesia kembali merengkuh gelar juara Piala Thomas 2020. Gelar ini menjadi yang ke-14 kalinya. Indonesia memastikan gelar Piala Thomas 2020 setelah menaklukkan China 3-0 pada final yang digelar di Ceres Arena, Denmark, Minggu (17/10/2021). (Claus Fisker/Ritzau Scanpix via AP)

Tim Piala Thomas mengakhiri paceklik gelar 19 tahun setelah menaklukkan Tiongkok di final, Oktober lalu. Sementara para atlet disabilitasmembawa pulang 12 emas dari Asian Youth Para Games 2021 yang berlangsung di Manama, Bahrain, awal Desember.

Empat medali emas diraih dari cabang para-atletik yang masing-masing direbut oleh Ryan Arda Diarta (200m putra T44), Muhamad Dimas Ubaidillah (400m putra T11), Firza Faturahman Listianto (100m putra T46), dan Sholahuddin Al-Ayyubi (tolak peluru putra F41).

Tiga medali emas didapat dari para-renang melalui M Gerry Pahker (100m gaya dada putra SB6) dan Mutiara Cantik Harsanto (100m gaya kupu-kupu putri S9 dan 100m gaya punggung putri S9).

Dua medali emas tambahan didapat dari cabang para-angkat berat Indonesia melalui Dwiska Afrilia Maharani(79kg putri) dan Elsa Dewi Saputri (+86kg putri).

Dua medali emas juga diboyong tim para-bulu tangkis masing-masing melalui Hikmat Ramdani/Adinda Nugraheni (ganda campuran SL3-SL4/SU5) dan Hikmat Ramdani (tunggal putra SU5). Febriyanti Vani Rahmadhan menyumbang satu emas dari cabang olahraga boccia kategori BC 2 putri.

Indonesia juga merebut dua medali emas melalui Rahmat Erwin Abdullah dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 di Taskent, Uzbekistan, 5-17 Desember.

Rahmat yang turun dalam kelas 73kg putra berhak atas dua medali emas setelah menjadi yang terbaik pada angkatan clean and jerk dengan 186kg serta total angkatan 343kg.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel