Menpora berharap berkuda bisa jadi olahraga populer lewat JWC 2021

Fitri Supratiwi
·Bacaan 2 menit

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali berharap dengan Indonesia menjadi tuan rumah Final FEI Jumping World Challenge (JWC) 2021, cabang berkuda bisa menjadi olahraga populer di tengah masyarakat.

Saat menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Triwatty Marciano di Kemenpora, Jakarta, Selasa, Menpora mengatakan berkuda harus terus dipromosikan agar bisa sepopuler sepak bola, basket atau voli.

“Saya harap olahraga ini bisa populer di tengah masyarakat, seperti halnya olahraga sepak bola, basket, dan voli. Sekali lagi, kita harus dorong dan mempromosikan olahraga ini bahwa Indonesia punya tim yang baik,” kata Zainudin dalam siaran pers yang diterima Selasa.

Baca juga: Tokoh balap dan berkuda nasional Alex Asmasoebrata meninggal dunia

Zainudin juga mengapresiasi upaya PP Pordasi yang telah bekerja keras mewujudkan agar Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dunia berkuda. Ia ingin ajang yang akan bergulir pada September mendatang itu bisa sukses, baik secara prestasi maupun penyelenggaraan.

“Saya apresiasi langkah dari Pordasi ini. Proses untuk menjadi tuan rumah tidak gampang. Tentunya sangat baik ya. Sekaligus kejuaraan ini bisa mempromosikan bahwa Indonesia siap menggelar kejuaraan kepada negara-negara lain,” ucapnya.

Sementara itu, Triwatty memaparkan tak mudah bagi Indonesia bisa menggelar Final FEI Jumping World Challenge (JWC) 2021 yang akan diikuti 25 negara itu. Ia optimistis event tersebut bisa sekaligus mempromosikan Indonesia yang siap menjadi tuan rumah kejuaraan dunia lainnya terutama Olimpiade 2032.

Baca juga: Steven Menayang juarai Jumping World Cup SEA League

“Terima kasih Pak Menpora, ini merupakan suatu kehormatan menjadi tuan rumah. Terima kasih atas dukungannya, semoga ini menjadi kebanggaan yang nantinya akan menjadi barometer untuk kita membantu Indonesia bidding Olimpiade 2032,” kata Triwatty.

Dia optimistis Indonesia akan meraih prestasi serta sukses sebagai penyelenggara. Saat ini, lanjut Triwatty, pihaknya tengah mempersiapkan atlet untuk bisa mengikuti kejuaraan single event internasional tersebut.

“Jadi nanti itu lokasi penyelenggaraannya sangat memungkinkan memenuhi syarat dan tentunya menerapkan protokol kesehatan. Setiap negara nantinya akan mengirimkan atletnya saja dan nanti untuk kudanya akan kita persiapkan,” pungkas dia.

Baca juga: Raymen juarai Seri I lompat rintangan berkuda Asia Tenggara