Menpora dan PSSI Saling Bertukar 'Kado'

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVAPSSI resmi menggelar turnamen pramusim pada akhir Maret 2021 mendatang. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dengan sangat lugas menyebutkan nama turnamennya adalah Piala Menpora 2021.

Setelah bertahun-tahun publik sepakbola Indonesia disuguhi turnamen pramusim Piala Presiden, kini jatah tersebut turun ke Menpora.

18 tim dari Liga 1 akan jadi kontestannya. Mereka akan dibagi ke dalam empat grup dengan lokasi pertandingan di Bandung, Solo, Sleman, dan Malang.

"Ini rencana, kalau pramusim bisa berjalan lancar kita sudah siapkan bagaimana nantinya Liga 1 bergulir," kata Iriawan dalam pertemuan dengan Menpora, Zainudin Amali, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis 18 Februari 2021.

Iriawan dengan gamblang pula menyebutkan alasan menggunakan nama Piala Menpora 2021 karena sang Menteri, Zainudin Amali sudah berjasa memberikan bantuan supaya Kepolisian mau menerbitkan izin keramaian.

Permohonan yang sudah diajukan oleh PSSI kepada Kepolisian sejak Oktober 2020 dan tak pernah diloloskan. Alasannya tentu saja tingkat penyebaran COVID-19 masih tinggi.

"Selain itu, kami tahu dan sangat sadar Pak Menpora begitu atensi kepada PSSI, Pak Menpora tahu betul kesulitan PSSI. Bapak Menpora sangat pantas menjadi nama turnamen ini," imbuhnya.

Sehari setelah janji Iriawan untuk membuatkan Piala Menpora 2021, izin keramaian Liga 1 benar-benar terbit. Lobi Amali kepada Kepolisian berjalan lancar, dan apa yang diinginkan PSSI terpenuhi.

Amali dalam sebuah kesempatan menyampaikan alasannya mau turun tangan langsung membantu PSSI melobi Kepolisian. Sebagai Menpora, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk melancarkan kegiatan olahraga di Indonesia.

"Sekali lagi saya tegaskan, di luar ada pertanyaan kenapa saya membantu PSSI? Ini adalah tugas Menpora, sesuai dengan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 tahun 2005," kata Amali.

Dia menampik jika dianggap cuma mementingkan sepakbola. Sedangkan cabang olahraga lain juga butuh izin keramaian dari Kepolisian. Menurut dia, Indonesia Basketball League (IBL) masuk dalam paketan lobi ini.

Tapi karena memang sepakbola lebih dirindukan banyak orang di Indonesia, kemudian sorotan cuma kepada satu hal tersebut. Dia sendiri mengaku terharu dengan apa yang terjadi setelahnya.

"Ini luar biasa. Saya sampai terharu mendapatkan ucapan terima kasih dari berbagai pihak di berbagai grup. Jadi trending topic nomor 1 Piala Menpora, luar biasa antusiasme masyarakat terhadap sepakbola ini, saya tak menyangka," kata Amali.

Jika melihat rekam jejak sepakbola Indonesia, terutama Liga 1. Momentum Amali untuk masuk membantu PSSI sudah sangat tepat.

Dalam sepakbola Indonesia, jika kemudian ada kegiatan lagi setelah muncul sebuah masalah atau hambatan, nilai popularitas bahkan sampai komersialnya akan sangat tinggi.

Pada 2015, di mana Piala Presiden hadir untuk kali pertama. Ribut-ribut Menpora ketika itu, Imam Nahrawi dengan PSSI berujung sanksi FIFA sehingga sepakbola Indonesia yang sedang mati suri kembali bergairah.

Piala Presiden 2015 menjadi titik balik kebangkitan sepakbola Indonesia. Pada 2016 digelar Indonesia Soccer Championship (ISC), sebuah kompetisi yang tidak resmi didaftarkan kepada FIFA.

Meski tidak resmi dan tidak menerapkan promosi-degradasi, industri sepakbola Indonesia naik drastis. Nilai komersial melambung tinggi. Begitu juga animo publik.

Merujuk semua itu, akan menarik menantikan bagaimana antusiasme publik terhadap Piala Menpora 2021. Sosok Amali sebagai orang yang memuluskan jalan sepakbola Indonesia pastinya bakalan dapat sorotan lebih banyak.