Menpora Kaget, Greysia / Apriani Ternyata Belum Diangkat Jadi PNS

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku terkejut saat tahu bahwa pasangan ganda putri bulutangkis Greysia Polii dan Apriani Rahayu (Greysia / Apriani) yang telah memenangkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, ternyata belum dapat kehormatan diangkat jadi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS.

Zainudin mengatakan, kabar tersebut didapatnya langsung dari Greysia Polii saat dirinya berjumpa dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Waktu itu saya sampaikan ke pak Presiden saat menerima mereka (Greys/Apri), saya sampaikan mereka ini sudah PNS. Kemudian Greysia menyampaikan, masih CPNS pak," ujar Zainudin dalam sesi talkshow virtual, Kamis (19/8/2021).

Pasca mendengar kabar tersebut, Zainudin langsung mencari tahu kenapa pasangan tersebut masih berstatus sebagai CPNS. Ternyata mereka berdua belum ikut pelatihan dasar (latsar).

"Coba kita pikirkan bagaimana caranya. Sebab kalau tidak ya mereka bisa terhenti. Ini saya kira bukan sesuatu yang sulit sehingga mereka bisa langsung kita tetapkan (jadi PNS)," imbuh Zainudin.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Asian Games 2018

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, akhirnya memastikan satu tempat di laga final Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: AP/Markus Schreiber)
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, akhirnya memastikan satu tempat di laga final Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: AP/Markus Schreiber)

Diceritakan Zainudin, Kemenpora sebelumnya juga sudah mengeluarkan surat keputusan untuk mengangkat sekitar 300 atlet Indonesia sebagai PNS karena sukses berprestasi di ajang Asian Games 2018 lalu.

Namun masih ada yang belum terangkat, termasuk Greys / Apri, karena memang satu per satu dari mereka masih harus ikut latsar.

"Ini tolong dipikirkan ke depannya. Karena memang mereka yang masih aktif sebagai atlet maupun pelatih yang waktunya tidak memungkinkan untuk ikut latsar (CPNS) dan persyaratan lainnya. Sehingga saya kira kita akan bicarakan internal," tutur Zainudin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel