Menpora Minta Anindya Bakrie Jadi Ketum PB PRSI Lagi

Luzman Rifqi Karami, Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Anindya Novyan Bakrie beserta jajarannya menyambangi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis 18 Februari 2021.

Anindya Bakrie melaporkan persiapan untuk menggelar Musyawarah Nasional akhir Februari 2021 nanti. Ya, Anindya sudah menjabat Ketum PRSI sejak 2016 dan periode kepengurusannya sejatinya sudah berakhir sejak 2020.

Namun, karena pandemi COVID-19, PRSI tidak bisa menyelenggarakan musyawarah nasional (Munas) untuk memilih kepengurusan baru.

Dalam pertemuan tersebut, Anindya mendapatkan dukungan langsung dari Zainudin Amali. Menpora menyebut, di bawah kepemimpinan Anindya, prestasi akuatik Indonesia semakin membaik.

"Saya minta dan berharap betul apabila Pak Anindya masih bersedia memimpin PRSI. Tapi itu terserah beliau dan pemegang hak suara," kata Amali kepada wartawan.

Amali menambahkan, pemerintah tidak mau mengintervensi. Namun, Pemerintah juga tak mau program dan prestasi yang sudah berjalan dengan baik turun kembali.

"Pemerintah tidak akan intervensi, membiarkan itu. Tapi kita juga tidak mau prestasi yang sudah bagus ini turun lagi, ucapnya.

"Kita tahu ada beberapa nomor menjadi andalan kita. Terima kasih apresiasi sekali lagi atas medali emas polo air. Sesuatu yang tidak pernah kita dapatkan, tapi di bawah pimpinan Pak Anindya, kita bisa meraihnya di SEA Games 2019 kemarin. Jadi saya harap ini juga bisa dipertahankan," sambungnya.

Sementara itu, Anindya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Hal ini menjadi pemacu semangatnya untuk berbuat lebih baik lagi untuk PRSI.

"Menurut hemat kami, kami tidak akan berhasil tanpa panduan dari Kemenpora. Dan Pak menteri yang menyampaikan dari tata kelola turunannya ke prestasi. Lalu juga dari sisi lifestyle semakin digemari masyarakat. dan juga kemitraan semakin besar," ucapnya.

“PRSI ini bukan cuma renang, ada polo air, loncat indah, renang indah. Jadi memang tidak mudah, kalau bersama dan didukung teman-teman Pengprov ini akan menjadi kekuatan yang besar," sambungnya.

PRSI di bawah kepemimpinan Anindya selain mampu mencetak sejarah meraih medali emas polo air juga melakukan beberapa terobosan di dalam maupun luar negeri.

Dia antaranya Festival Akuatik Indonesia dan Indonesia Open Aquatic Championship. Event ini merupakan satu kejuaraan yang diikuti berbarengan empat cabor sekaligus renang, renang artistik, loncat indah, serta renang master.

Kemudian juga ada KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) pun dimodifikasi agar lebih baik. KRAPSI tetap berjalan pada sesi pagi hari dengan juara untuk masing-masing kelompok umur bisa menyumbang medali untuk perkumpulannya.

Selain itu, PRSI juga menggelar pelatihan untuk pelatih renang bertajuk FINA Coaches Certification Level pada 2019 lalu.