Menpora: Naturalisasi Pemain Tak Efektif untuk Timnas Indonesia

·Bacaan 1 menit

VIVAPSSI mulai mempertimbangkan untuk kembali memakai pemain naturalisasi di Timnas Indonesia. Itu setelah hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Sekretaris jendral PSSI, Yunus Nusi mengatakan, PSSI akan mengurus proses naturalisasi sesuai rekomendasi dari pelatih Shin Tae-yong.

Janji PSSI, kata Yunus Nusi, mereka menyerahkan pencarian pada sang pelatih. PSSI nantinya hanya akan bertugas untuk mengeksekusi.

"Kami akan membuka diri selama rekomendasi untuk menaturalisasi pemain datang dari Shin Tae-yong," kata Yunus Nusi dalam saluran Youtube PSSI TV.

Terkait hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali angkat bicara. Menurutnya, naturalisasi tak efektif untuk pembentukan Timnas Indonesia.

"Khusus untuk naturalisasi di cabor sepakbola ini saya melihat tidak begitu efektif untuk pembentukan Timnas. Kualitas mereka yang dinaturalisasi juga tidak terlalu berbeda dengan pemain asli kita," kata Amali.

Menpora mengaku sangat serius memperhatikan kualitas pemain naturalisasi. Menurutnya, mereka belum bisa jadi panutan bagi para pemain asli kita, bahkan ada di salah satu pertandingan justru pemain naturalisasi tidak memberi contoh bermain sepakbola dengan baik sampai pemain tersebut harus dikeluarkan oleh wasit karena terkena kartu merah.

"Yang lebih mengecewakan lagi ada pemain naturalisasi yang dipanggil untuk memperkuat Timnas yg akan bertanding di luar negeri malah beralasan macam-macam dan pulang ke kampung halamannya," ungkap Amali.

"Itu pertanda pemain naturalisasi tersebut tidak ada kepedulian terhadap kepentingan nasional Indonesia. Dia sekedar main sepakbola saja tapi jiwa patriotisme dan nasionalisme rendah. Sangat beda dengan pemain yang memang asli lahir, besar dan hidupnya di Indonesia," lanjutnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel