Menpora pastikan pelatnas tetap berjalan selama PPKM Darurat

·Bacaan 2 menit

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan kegiatan pelatnas untuk Olimpiade Tokyo tetap berjalan selama PPKM darurat diterapkan pada 3-20 Juli.

Ia mengatakan Kemenpora telah mengirimkan surat ke Satgas COVID-19 agar para atlet tetap diizinkan berlatih demi persiapan menuju Olimpiade Tokyo yang akan digelar 23 Juli.

“Kegiatan-kegiatan yang ada, terutama yang menimbulkan kerumuman dihentikan. Tapi khususnya bagi mereka yang sekarang sedang bersiap untuk Olimpiade tentu harus tetap berlatih,” kata Zainudin dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa.

“Cuma memang tempat latihannya sekarang sedang kami minta ke Satgas, karena GBK minta rekomendasi dari Satgas. Hari ini sudah meluncur surat kami ke Satgas untuk menjelaskan tentang urgensi mereka yang sebentar lagi akan berangkat ke Tokyo,” sambungnya.

Zainudin memastikan para atlet, terutama yang akan berangkat ke Tokyo, bisa tetap berlatih di tempat pelatnas masing-masing karena mereka telah menerapkan sistem gelembung yang membatasi akses keluar-masuk.

Demikian juga dengan pelatnas yang berlangsung di Kompleks Gelora Bung Karno, menurut dia, para atlet bisa mendapat pengecualian untuk menggunakan fasilitas di sana karena tidak ada potensi menimbulkan kerumuman.

Baca juga: KOI jamin pelatnas Olimpiade tetap berjalan selama PPKM Darurat
Baca juga: CdM minta atlet perketat prokes jelang Olimpiade Tokyo


Berbagai kegiatan yang menimbulkan kerumunan masuk dalam salah satu kebijakan PPKM Daruat yang akan diterapkan pada 3-20 Juli, khusus di Pulau Jawa dan Bali.

Selain itu, kebijakan PPKM Darurat kali ini juga meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat dari pada yang selama ini sudah diberlakukan, termasuk penutupan seluruh fasilitas umum atau area publik lainnya.

Meski demikian, Zainudin menjamin para atlet dan pelatih bisa tetap berlatih dengan tetap terus menjaga diri hingga keberangkatan mereka ke Tokyo.

“Berdasarkan pengalaman yang ada, selama sistem bubble (gelembung) diterapkan secara disiplin, insyaallah aman. Jangan sampai ada yang ke luar dari bubble itu,” ujar Zainudin.

Sebanyak 28 atlet yang telah dinyatakan lolos kualifikasi akan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo, yang bakal digelar pada 23 Juli-8 Agustus mendatang.

Atlet-atlet tersebut akan berkompetisi pada delapan cabang olahraga, yaitu bulu tangkis (11 atlet), atletik (2 atlet), panahan (4 atlet), menembak (1 atlet), dayung (2 atlet), angkat besi (5 atlet), surfing (1 atlet) dan renang (2 atlet).

Baca juga: Indonesia kirim 28 atlet ke Olimpiade Tokyo
Baca juga: Indonesia yakin Jepang mampu gelar Olimpiade dengan aman
Baca juga: KOI serahkan rencana kegiatan atlet selama di Olimpiade Tokyo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel