Menpora: Pemuda harus bersatu jadi pionir di masa pandemi

Bayu Kuncahyo
·Bacaan 2 menit

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa pemuda harus bersatu dan berperan besar untuk menjadi pioner di masa pandemi COVID-19.

Pionir yang dimaksud adalah bagaimana para pemuda Indonesia bisa menjadi contoh penerapan protokol kesehatan COVID-19 di lingkungannya masing-masing.

“Sumpah Pemuda tahun ini harus menjadi momentum bagi pemuda bangkit menghadapi keterpurukan di berbagai lini dan sektor kehidupan, tetapi pemuda Indonesia juga memiliki peran besar di masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan COVID-19 dengan menerapkan 3M,” kata Zainudin dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Presiden Jokowi: Sumpah Pemuda membawa energi positif
Baca juga: Menpora ingatkan pemuda untuk semangat berkreasi di tengah pandemi

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 yang mengusung tema “Bersatu dan Bangkit” tahun ini sebetulnya, menurut Zainudin, masih relevan dengan peristiwa 92 tahun silam.

Ketika para pemuda kala itu berjuang menggerakkan kesadaran bersama untuk membebaskan diri dari penjajahan, maka semangat persatuan 92 tahun lalu itu seharusnya juga masih bergema kala ini dalam berjuang mengatasi pandemi COVID-19.

Namun untuk bisa mewujudkan kebebasan dari pandemi juga diperlukan semangat dan daya juang yang sama seperti 92 tahun lalu.

Para pemuda menggunakan baju daerah saat peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Rabu (28/10/2020) ANTARA/HO/Humas Kemenpora
Para pemuda menggunakan baju daerah saat peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Rabu (28/10/2020) ANTARA/HO/Humas Kemenpora


Menurut Zainudin, meski pemuda juga menjadi bagian yang terdampak COVID-19, tetapi pemuda harus mempunyai semangat yang lebih besar bersatu bersama-sama memberi perubahan.

Dengan peran besar pemuda dalam mengatasi pandemi, maka bukan tak mungkin reputasi Indonesia di mata dunia pun bisa bangkit setelah COVID-19 menghantam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Pandemi memberi dampak luas bagi sendi-sendi kehidupan di masyarakat termasuk anak muda Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan semangat bersama untuk membangkitkan kembali Indonesia di mata dunia,” pungkas dia.

Sementara itu Ketua Panitia Nasional Hari Sumpah Pemuda 2020 Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan meski peringatan pumcak dilakukan secara daring, namun tidak mengurangi makna dari kegiatan itu sendiri. Berbagai kegiatan kepemudaan juga digelar seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Hari ini secara khidmat kita merayakan Hari Sumpah Pemuda yang ke-92. Walaupun di tengah pandemi COVID-19, tetap akan bertabur bintang pemuda-pemudi berprestasi Indonesia di bidang Kewirausahaan, Kepeloporan Pemuda, Kepemimpinan Pemuda, Juara Essai Gagasan Pemuda Bangkit Melawan Covid, Pemuda Berprestasi Internasional, dan Pemuda Difabel Berprestasi” kata Ni’am.

Sejumlah kegiatan untuk meramaikan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2020 tetap digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pelatihan kewirausahaan, diskusi dan berbagai pelatihan yang melibatkan pemuda dilakukan secara daring. Demikian halnya pelaksanaan penganugerahan penghargaan bagi pemuda berprestasi dilakukan dengan protokol kesehatan.



Baca juga: Menpora: Piala Dunia U-20 momentum bersatu dan bangkit
Baca juga: Menpora mafhum alasan kompetisi Liga Indonesia harus digelar