Menpora: Presiden Jokowi ingatkan untuk tidak intervensi KLB PSSI

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengingatkan agar jajaran pemerintah tidak mengintervensi dan turut campur dalam pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.

“Beliau (Presiden) hanya saya laporkan saja ya, sudah beliau hanya mendengarkan, tidak ada apa-apa, dan hanya mengingatkan ya sudah pemerintahannya mengikuti saja, tidak boleh intervensi, tidak boleh campur tangan itu saja,” kata Amali dalam keterangannya selepas diterima Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Presiden Jokowi menerima Menpora Amali di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa pagi, dan menerima beberapa laporan yang di antaranya mengenai perkembangan terakhir di dunia sepakbola nasional sehubungan rencana penyelenggaraan KLB PSSI.

Baca juga: PSSI lapor ke FIFA bahwa KLB digelar 18 Maret 2023

Amali mengatakan KLB PSSI sudah diputuskan sesuai mekanisme di PSSI. Pemerintah, ujar dia, tidak ingin ikut campur apalagi intervensi, baik dalam penyelenggaraan maupun hasil.

“Pemerintah menyerahkan semuanya kepada PSSI, silahkan PSSI melakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Kan ada statuta FIFA dan di PSSI ada statutanya,” kata dia.

Pemerintah, lanjut Amali, ingin menjaga kemandirian federasi olahraga dengan tidak mencampuri urusan internal federasi tersebut, termasuk yang terjadi di PSSI saat ini.

“Silakan. Jadi ikut campur tidak, apalagi intervensi. Jadi sama sekali tidak, pemerintah menjaga betul kemandirian federasi,” kata dia.

Dalam laporan kepada Presiden, Amali juga menyampaikan beberapa hal seperti persiapan beberapa sarana kompetisi olahraga menjelang Piala Dunia U-20 pada 2023 di Indonesia, kemudian terkait penyelenggaraan upacara Sumpah Pemuda di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur pada 28 Oktober 2022 lalu, dan hasil kunjungan kerja ke Papua terkait potensi olahraga di Bumi Cendrawasih itu.

“Presiden menanyakan tentang persiapan venue-venue yang sebentar lagi akan direnovasi karena FIFA mau semua venue yang utama, ataupun lapangan latihan itu harus direnovasi, diperbaiki tapi tidak mayor dan itu minor,” kata Amali.

Sebelumnya, PSSI telah memberikan laporan kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) bahwa KLB untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Komite Eksekutif (Exco) akan digelar pada 18 Maret 2023.

Diunggah dalam laman PSSI, Senin (31/10), laporan tersebut dituangkan PSSI dalam surat bernomor 4452/ULN/537/X-2022 yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi. Surat itu ditujukan kepada Sekretaris Jenderal FIFA Fatma Samoura.

Sebelum KLB, PSSI juga memberitahukan kepada FIFA bahwa akan ada kongres untuk menetapkan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) pada 7 Januari 2023.

PSSI pun menunggu persetujuan dan rekomendasi FIFA terhadap laporan tersebut sampai 7 November 2022 agar segera mengabarkan semua anggotanya soal KLB dan tahapan-tahapannya.

Baca juga: PSSI sebut percepatan KLB demi bergulirnya kembali kompetisi
Baca juga: Anggota Exco PSSI akui ada tekanan untuk percepat KLB
Baca juga: Askab Biak dukung pelaksanaan KLB PSSI