Menpora Sampaikan Permohonan Maaf BWF

Zaky Al-Yamani, Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengumumkan permohonan maaf Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer, atas kejadian kurang mengenakkan yang dialami tim Indonesia selama gelaran All England. Dalam pernyataannya, Hoyer ikut meminta maaf kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo, dan seluruh rakyat Indonesia.

Seperti diketahui, tim Indonesia batal bertanding di All England setelah 20 dari 24 orang yang berangkat ke Inggris mendapat surat elektronik dari NHS untuk menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. Aturan itu diberlakukan karena penggawa Merah Putih berada satu pesawat dengan orang yang positif COVID-19.

Aturan tersebut membuat Indonesia gagal bertanding di All England lantaran masa isolasi lebih lama dari penyelenggaraan All England. Yang lebih menyakitkan, Kevin Sanjaya Sukamuljo cs menerima tindakan kurang menyenangkan serta diskriminatif selepas dinyatakan harus menjalani isolasi.

Berbagai pihak mulai bergerak untuk mencari kejelasan nasib tim Indonesia. BWF pun diminta bertanggung jawab atas insiden ini.

Setelah "dibombardir" oleh netizen Indonesia, federasi tertinggi bulutangkis dunia itu akhirnya menyampaikan permohonan maafnya melalui surat yang dikirimkan pada Minggu, 21 Maret 2021. Surat ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, Ketua Umum PBSI dan jajarannya, serta rakyat Indonesia.

"Ketika pandangan-pandangan yang mengkritik BWF, ketika kami melakukan konferensi pers dua kali itu sudah dapat tanggapan dari Presiden BWF nanti suratnya akan kita berikan. Surat itu ditujukan kepada saya sebagai Menpora," kata Amali dalam konferensi pers di Gedung VIP Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin 22 Maret 2021.

"Pada intinya, BWF merasakan apa yang dialami oleh Timnas kita, perasaan sakit hati bahkan frustrasi. Maka, atas kejadian ini Presiden BWF sampaikan permohonan maaf kepada bapak Presiden Jokowi, Menlu, kepada kami, PBSI dan seluruh stakeholder bulutangkis Tanah Air," tambah Amali.

"Dia juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara besar untuk olahraga bulutangkis, dan bulutangkis ini menjadi icon kebanggaan kita khususnya di pentas-pentas dunia," lanjut Amali.

Tim Indonesia sendiri dijadwalkan tiba di Indonesia pada Senin 22 Maret 2021 pukul 20.00 WIB.