Menpora sebut bonus Olimpiade Tokyo tak hanya datang dari pemerintah

·Bacaan 2 menit

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali mengatakan selain pemerintah, ada beberapa pihak lainnya yang ingin berpartisipasi memberikan bonus kepada atlet berprestasi di Olimpiade Tokyo.

"Tapi belum bisa saya sebutkan (namanya). Tapi ada yang sudah menyampaikan kepada saya, bahwa mereka bangga dan senang dengan atlet kita," kata Amali dalam situs resmi Kemenpora, Senin.

"Tidak mudah bertanding di saat pandemi sekarang ini. Tetapi atlet sudah bertanding, sudah berjuang dan sudah membanggakan Indonesia maka mereka ingin ikut berpartisipasi," ujar Amali menuturkan.

Baca juga: Puan: Capaian prestasi lifter Eko Yuli patut dicontoh generasi muda

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah sendiri sudah menjanjikan bonus kepada atlet peraih medali Olimpiade Tokyo. Rinciannya, peraih emas bakal diguyur bonus Rp5 miliar, perak Rp2 miliar dan perunggu Rp1 miliar.

Selain itu, bonus juga datang dari pihak swasta. Yang sudah memastikan adalah bos dari J99.Corp Gilang Widya Pramana dengan besaran, emas Rp500 juta, perak Rp250 juta dan perunggu Rp100 juta.

Sebelumnya, Menpora Amali juga mengatakan bahwa Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate bakal memberikan bonus dari kantong pribadinya, meski belum secara rinci menyebutkan besarannya.

Belum lagi, dari pemerintah daerah yang umumnya akan memberikan apresiasi kepada atlet mereka yang berprestasi.

Baca juga: Khofifah: Terima kasih Eko Yuli persembahkan medali di saat pandemi
Baca juga: Eko Yuli belum kepikiran pensiun usai perak Olimpiade Tokyo

Seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil. Ia menjanjikan bonus kepada lifter asal Jawa Barat Windy Cantika Aisah yang berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 dengan besaran Rp300 juta.

Menpora pun berpesan kapada para atlet yang sedang bertanding agar tetap semangat dan menjaga kesehatan supaya bisa meraih prestasi dan memperbaiki ranking dari Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016 lalu, ketika itu Indonesia menempati urutan 46.

"Tetap semangat, jaga kesehatan dan ingat pesan saya pada saat mengukuhkan Anda semua bahwa Anda bertanding bukan untuk diri sendiri, tetapi bertanding atas nama lebih dari 267 rakyat Indonesia," kata Amali.

"Oleh karena itu, saya minta berikan yang terbaik, bertanding secara maksinal dan all out di lapangan. Jangan memikirkan apa pun fokus dan konsentrasi untuk pertandingan."

Baca juga: Ridwan Kamil beri "kadeudeuh" Windy Cantika Rp300 juta
Baca juga: Windy Cantika tak menyangka bisa raih medali Olimpiade

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel