Menpora sebut Indonesia kekurangan pelatih di berbagai cabang olahraga

Aditya Eko Sigit Wicaksono
·Bacaan 2 menit

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebut Indonesia kekurangan pelatih di berbagai cabang olahraga sehingga sulit untuk bisa meningkatkan prestasi di skala internasional.

"Pada saat kami uji publik bahkan bukan para profesor olahraga yang kita hadirkan, tapi guru-guru penjas (pendidikan jasmani), sama menyampaikan pelatihan di berbagai cabor (cabang olahraga) kita lemah. Oleh karenanya kita mulai pembenahan tata kelola," ujar Menpora saat menutup kursus kepelatihan sepakbola di Bali, seperti disiarkan langsung lewat kanal YouTube, Sabtu.

Dalam upaya meningkatkan mutu pelatih, salah satunya sepakbola, di Indonesia sesuai dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional, PSSI bersama Kemenpora menggelar kursus kepelatihan lisensi C di Bali.

Kursus tersebut ditujukan agar Indonesia memiliki banyak pelatih yang berkualitas dan nantinya diharapkan bisa menopang prestasi jangka panjang.

Langkah itu juga menjadi salah satu program Kemenpora dalam merancang grand design olahraga nasional, sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk merombak total tata kelola olahraga, termasuk kepelatihan.

Baca juga: Kemenpora buat "Senam Sundul Langit" terinspirasi dari sepak bola
Baca juga: NOC Indonesia ingin pencak silat dan sepak takraw ke Olimpiade 2032

"Nah, ini yang kita perlukan, tapi enggak mungkin kita kerjakan secara sekaligus. Apa yang memungkinkan kita benahi kita benahi," kata dia.

Menpora juga meminta kepada cabang olahraga lain, tidak hanya sepak bola, untuk melakukan pembenahan tata kelola apabila dirasa masih ada yang kurang, termasuk menyiapkan diri sedini mungkin untuk menghadapi Olimpiade yang akan datang.

"Instruksi Pak Presiden jelas, apa yang kita kerjakan ini sudah mulai kita rancang dan desain. Karena enggak ada prestasi yang dihasilkan dari nemu (ditemukan), tapi harus didesain harus dipabrikasi," kata dia.

"Anak-anak yang sekarang berusia 12 tahun harus sudah kita persiapkan. Untuk itu kita siapkan grand design, kita petakan potensi dan kelemahan kita. Salah satu kelemahan kita adalah di kepelatihan," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Pemerintah uji publik grand-design olah raga nasional di Medan
Baca juga: Menpora minta perencanaan olahraga rekreasi 2021 rampung akhir tahun