Menpora segera koordinasi dengan Kapolri terkait kelanjutan Liga 1

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan bahwa ia segera melakukan koordinasi dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait kelanjutan kompetisi Liga 1.

"Saya sedang meminta waktu beliau, karena saat ini saya juga masih di Malang. Jadi kita akan mencocokkan waktu untuk bertemu, karena ini hal yang tidak bisa dibicarakan lewat telepon. Harus duduk bersama," kata Zainudin, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Zainudin menjelaskan, pihaknya beberapa waktu lalu telah bertemu dengan komisaris dan direksi baru PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan membahas sejumlah hal, khususnya terkait dengan kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pascatragedi Kanjuruhan.

Menurutnya, kelanjutan kompetisi Liga 1 dibutuhkan oleh para pemain, khususnya pemain Tim Nasional U20 yang baru saja melakukan pemusatan latihan di luar negeri. Keberlangsungan kompetisi Liga 1 diperlukan untuk mengasah kemampuan skuad Garuda Muda.

Dengan bergulirnya kompetisi, lanjutnya, maka atmosfer permainan skuad Garuda Muda tersebut akan bisa berjalan dengan baik. Selain itu, pelatih Shin Tae-yong juga akan bisa memantau perkembangan pemain jika kompetisi Liga 1 kembali digelar.

Baca juga: LIB: Liga 1 akan dilanjutkan tetapi formatnya belum dipastikan

"Jika tidak ada kompetisi, maka akan kesulitan untuk pelatih Shin Tae-yong untuk memantau perkembangan anak-anak, karena kondisinya dinamis," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan segera bertemu dengan Kapolri untuk membahas pelaksanaan kompetisi Liga 1. Namun, ia juga masih belum bisa memastikan kapan Liga 1 akan kembali digelar.

"Saya belum bisa memastikan. (Untuk 2 Desember 2022) itu perencanaan dari PT LIB, saya kira suatu perencanaan tidak ada salahnya," ujarnya.

Namun, pada akhirnya keputusan untuk kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tersebut ada pada pemberian izin keramaian dari Polri. Terlebih, Polri juga sudah merampungkan prosedur standard pengamanan pelaksanaan Liga 1 yang cukup ketat.

"Nantinya, apakah pertandingan itu akan mulai dulu tanpa penonton atau langsung ada penonton tapi terbatas atau seperti apa, saya belum bisa sampaikan," ujarnya.

Sebelumnya, PT LIB selaku operator Liga 1 dan 2 mengeluarkan surat tertanggal 3 Oktober 2022 yang menyatakan Liga 1 dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan, sedangkan Liga 2 ditangguhkan selama dua pekan sejak surat dikeluarkan.

Keputusan itu dikeluarkan setelah terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur usai laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022. Tragedi tersebut menyebabkan 135 orang meninggal dunia.

Baca juga: PSSI mohon pemerintah izinkan Liga 1 bergulir kembali
Baca juga: PSSI sebut percepatan KLB demi bergulirnya kembali kompetisi