Menpora Zainudin Amali Bantah Maju jadi Waketum untuk Intervensi PSSI

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali maju menjadi calon Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Amali membantah dirinya maju karena pemerintah ingin ikut campur urusan PSSI.

"Enggak ada, jadi gini kalian jangan salah intervensi pemerintah itu kalau pemerintah mengatur kompetisi, pemerintah mengatur-atur segala urusan dalam organisasi, ini tidak," kata Amali di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/1).

Menurutnya, pencalonan ketum atau waketum PSSI terbuka bagi siapa saja. Amali juga tidak melanggar statuta FIFA maupun aturan PSSI. Dia juga meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk mencalonkan diri.

"Jadi siapa saja dibolehkan. Cuma sebagai pembantu presiden saya harus minta izin dan diizinkan untuk mendaftar. Kan belum tentu terpilih juga, belum tentu saingannya banyak. Waktu itu ada 20 kalau enggak salah sudah gugur berapa, lima ya kalau enggak salah, kan ada lagi belum tentu terpilih," tuturnya.

Amali pun disinggung terkesan hanya mengurus sepak bola ketimbang cabang olahraga lain. Mengenai hal itu, dia belum bisa menjelaskan lantaran belum terpilih jadi Waketum PSSI.

"Itulah kalau terpilih nanti akan saya jawab lagi. Kalau terpilih, kalau belum kan kita bermimpi-mimpi lagi," ucapnya.

Amali memastikan bakal menjalankan kebijakan dari Presiden Jokowi meski nantinya merangkap jabatan. "Lapor presiden dulu bos, kita lapor presiden apa kebijakan beliau saya lakukan itu," ujarnya.

Lebih lanjut, politisi Golkar ini enggan berniat mencalonkan diri jadi Ketum PSSI. Amali cukup membantu saja sebagai waketum PSSI.

"Ketuanya sudah banyak yang apa namanya ada Pak Erick, ada Pak La Nyalla, udah cukup lah itu, kita cukup bantu aja," tukas Amali. [tin]